Tren Hybrid Cloud Meningkat, Perusahaan Utamakan Keamanan Siber Dinamis

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 12 Feb 2017 11:50 WIB
cloud computingf5 networkscyber securitycorporate
Tren Hybrid Cloud Meningkat, Perusahaan Utamakan Keamanan Siber Dinamis
Country Manager F5 Networks Indonesia, Fetra Syahbana

Metrotvnews.com, Jakarta: F5 Networks mengumumkan laporan bertajuk State of Application Delivery 2017.

Survei yang dilakukan terhadap para pelanggan di seluruh dunia ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan cloud yang meningkat dengan pesat maka semakin meningkat pula permintaan terhadap layanan-layanan aplikasi keamanan, termasuk perlindungan terhadap WAF (Web Application Firewall), DNSSEC (Domain Name System Security Extensions), dan DDoS (Distributed Denial of Service).

Karena meningkatnya layanan aplikasi kerap membutuhkan sumber daya tambahan, para responden juga mengindikasikan adanya pergeseran ke arah metodologi DevOps guna mewujudkan efisiensi operasional melalui otomatisasi dan sistem yang dapat diprogram (programabilitty).

Kebutuhan terhadap skalabilitas menggantikan speed to market (kemampuan menghadirkan produk/layanan secepat mungkin di pasar) sebagai pendorong utama penggunaan DevOps.
 
“Saat ini aplikasi menjadi hal yang sangat penting bagi strategi bisnis di Asia Pasifik ketika bisnis yang bertumpu pada layanan on-demand (on-demand economy) semakin membutuhkan kecepatan dan efisiensi,” kata Emmanuel Bonnassie, Senior Vice President, Asia Pasifik, F5 Networks.

“Yang lebih penting lagi, studi State of Application Delivery 2017 menunjukkan bahwa sebuah dinamika baru telah muncul karena pergeseran menuju pengalaman pelanggan yang lebih cepat, lebih cerdas dan lebih aman berarti bahwa perusahaan-perusahaan semakin mengandalkan IT yang mobile dan sarat aplikasi bagi karyawan yang sadar teknologi.”
 
Pada tahun ketiga ini, laporan hasil survei State of Application Delivery mengkaji peran penting layanan aplikasi dalam membantu perusahaan untuk mengimplementasikan aplikasi dengan lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih aman.

Lebih dari 2.000 profesional di bidang IT, jaringan, aplikasi, dan keamanan dari seluruh dunia menyampaikan pendapat mereka terkait topik-topik pengiriman aplikasi (application delivery), mulai dari penggunaan cloud, meningkatnya tantangan keamanan, hingga DevOps, SDN, dan masa depan layanan aplikasi enterprise.
 
Respon terhadap survei datang dari  seluruh dunia, yang berasal dari beragam industri, seperti pemerintahan, jasa keuangan, teknologi, dan pendidikan. Para responden memiliki peran berbeda, mulai dari pengurus infrastruktur, keamanan IT, pengembangan aplikasi, dan DevOps, hingga jajaran eksekutif.
 
Keamanan merupakan prioritas nomor satu, dan serangan yang semakin canggih merupakan tantangan utama: Tim keamanan terus berkembang hingga tidak mambatasi pada firewall tradisional dan wilayah enterprise lama sebagai respons terhadap para hacker yang semakin mengarahkan serangannya pada aplikasi.

Secara global, layanan-layanan keamanan utama yang rencananya akan diterapkan adalah mengurangi dampak serangan DDoS (21 persen), perlindungan DNSSEC (25 persen), dan layanan  Web Application Firewall (20 persen).

Menurut survei ini, perusahaan-perusahaan yang paling yakin dengan kemampuan mereka menahan serangan di level aplikasi, termasuk mereka yang mengidentifikasi diri sebagai organisasi yang memprioritaskan cloud telah memasang WAF. 

Saat ini dunia memasuki era multi-cloud, dengan empat dari lima responden telah mengadopsi hybrid cloud, dan hampir sepertiga (32 persen) responden menyatakan mereka akan membeli solusi IaaS public cloud pada tahun ini, yang meningkat drastis dari 25 persen pada tahun 2016.

Selain itu, semakin banyak aplikasi yang digunakan di sebuah perusahaan, maka semakin besar motivasi untuk menuai keuntungan operasional dari cloud. Responden yang menjalankan aplikasi terbanyak (lebih dari 3.000 aplikasi) menyatakan sebagian besar aplikasi mereka tersimpan di cloud

Jumlah layanan aplikasi yang digunakan semakin meningkat: Perusahaan-perusahaan melaporkan bahwa saat ini mereka rata-rata memiliki 14 layanan aplikasi yang digunakan (naik dari rata-rata 11 layanan aplikasi pada tahun 2016), dan mereka berencana untuk menggunakan rata-rata 17 layanan aplikasi dalam 12 bulan ke depan. 

Skala operasional dan sistem yang dapat diprogram menjadi yang terpenting bagi DevOps: Dengan meningkatnya layanan aplikasi dan ekspansi cloud yang terus-menerus, perusahaan/organisasi kini beralih ke otomatisasi dan orkestrasi (orchestration) untuk meningkatkan operasional di seluruh lingkungan.

Hasilnya, lebih dari separuh responden kini menganggap infrastruktur dan template dengan kemampuan API sebagai hal yang penting, naik dari masing-masing 31 persen dan 22 persen tahun lalu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.