Kurang Dukungan, Pertumbuhan Fintech Indonesia Lambat

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 13 Oct 2016 18:03 WIB
teknologi
Kurang Dukungan, Pertumbuhan Fintech Indonesia Lambat
Managing Director IDC Financial Insight Asia Pasific, Cyrus Daruwala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ranah startup di bidang keuangan di Asia Pasific mengalami pertumbuhan yg cukup signifikan.

Tiongkok menjadi negara yang memimpin dalam pertumbuhan tersebut, meski kondisi tersebut belum dapat ditemukan di Indonesia.

"Lebih dari 1000 Fintech berasal dari Tiongkok, sementara Singapura turut menunjukan pertumbuhan yang pesat, diikuti oleh Malaysia, Thailand dan Indonesia," ujar Managing Director IDC Financial Insight Asia Pasific, Cyrus Daruwala.

Cyrus menjelaskan, pertumbuhan bergerak lambat di Indonesia sebab Indonesia kurang memiliki program dan kemampuan pendukung untuk membangun startup di ranah fintech. Lambatnya pertumbuhan tersebut dinilai Cyrus bukan disebabkan oleh kurangnya permintaan pasar.

Selain itu, kurangnya dukungan dari sejumlah pihak seperti bank, pemerintah, dan inkubator menjadi salah satu alasan pertumbuhan yang lambat. Hal ini berbeda dari dukungan pihak tearsebut yang tersedia di Tiongkok.

Dukungan inkubator dalam bentuk penyediaan pendanaan berjumlah besar guna mendukung startup terutama fintech seperti di Tiongkok belum ditemukan di Indonesia.

Padahal menurut Cyrus, hal tersebut dapat mendorong kemunculan startup baik fintech maupun bidang lainnya, yang akan berdampak pada pertumbuhan dan eksistensi ranah ini secara keseluruhan.

Hal ini disayangkan oleh sejumlah pihak, termasuk Cyrus, yang menilai Indonesia memiliki generasi muda dalam jumlah besar. Generasi muda menjadi keuntungan sebab merupakan generasi dengan banyak ide dan sebagai inovator, namun mengalami kesulitan dalam hal pendanaan.

Hal tersebut berbanding terbalik dari sisi pemerintah, sehingga Cyrus menilai ini sebagai peluang pemerintah dalam menunjukan dukungannya terhadap startup tersebut. Pemerintah dan pihak terkait dapat membantu dengan cara mengidentifikasi orang yang memiliki ide dan menciptakan hub pendukung, mendorong perkembangan ide tersebut serta mewujudkan dan membantu memasarkan ide tersebut.

Sementara itu, dua hal pertama pada cara tersebut dinilai tidak dimiliki Indonesia, dan menjadi penyebab lambatnya pertumbuhan startup fintech di Indonesia.


(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /