Otomatisasi Mulai Rambah Sektor Perbankan

Riandanu Madi Utomo    •    Sabtu, 11 Mar 2017 13:14 WIB
teknologi
Otomatisasi Mulai Rambah Sektor Perbankan
AI akan gantikan berbagai lapangan pekerjaan

Metrotvnews.com: Revousi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang telah diprediksi akan membuat beberapa pekerjaan menjadi terancam tergantikan oleh mesin. Akuntan dan bidang keuangan misalnya.

Baru-baru ini JP Morgan Chase & Co yang merupakan bank terbesar di Amerika Serikat baru saja mengumumkan akan melanjutkan menggunakan sistim AI di bagian finansialnya.

Menurut Futurism, keputusan JP Morgan kali ini bukan tanpa alasan yang sangat kuat. Bank yang memiliki lebih dari 240 ribu karyawan dan jutaan nasabah tersebut harus mengerjakan pekerjaan finansial selama 360.000 jam per tahunnya. Setelah menggunakan sistim AI, JP Morgan pun bisa memangkas pekerjaan tersebut hanya dalam hitungan detik.

Tentu saja hasil tersebut akan menguntungkan JP Morgan dari sehi bisnis karena pekerjaan yang panjang bisa dipangkas waktunya menjadi sangat cepat menggunakan metode machine learning yang merupakan bagian dari sistim AI. Namun efek sampingnya, beberapa karyawan finansial JP Morgan akan tergantikan oleh mesin.



Meski demikian, JP Morgan justru malah mengembangkan sistim otomatisasi di perusahaannya. Tahun lalu, JP Morgan menetapkan anggaran sebesar USD9,6 miliar (sekitar Rp128 triliun) hanya untuk mengembangkan sistem otomatisasi di dalam perusahaannya. Dalam presentasi tahunannya, pihak JP Morgan mengatakan investasi tersebut berdampak positif pada perkembangan bisnisnya.

Dalam beberapa tahun mendatang, pekerjaan yang akan diambil alih oleh mesin akan semakin banyak. Berbagai sektor termasuk finansial, transportasi, manufaktur, informasi dan teknologi, bahkan hukum memiliki potensi untuk dilakukannya otomatisasi.

Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi komputasi yang sangat cepat sehingga membuat revolusi AI semakin kencang.

Otomatisasi diperkirakan akan menghadirkan revolusi di berbagai bidang pekerjaan dan revolusi tersebut telah dimulai. JP Morgan adalah salah satu contoh kasusnya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.