Orang Indonesia Minimal Pakai Empat Medsos di Ponsel

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 16 Oct 2018 14:21 WIB
qiscus
Orang Indonesia Minimal Pakai Empat Medsos di Ponsel
Ilustrasi: Qiscus

Jakarta: Qiscus, perusahaan penyedia teknologi real-time communication (RTC), merilis sebuah laporan yang menyoroti tren penggunaan chat di kalangan pasar Asia Tenggara.
 
Menurut Delta Purna Widyangga, CEO sekaligus Co-Founder Qiscus, saat ini konsumen tengah menghadapi pasar yang mobile-sentris. Mereka menghabiskan banyak waktunya untuk chatting atau menggunakan media sosial.

“Fenomena ini kemudian melahirkan sebuah gaya hidup baru, yakni digital dan on-the-go,” ungkap Delta. Ia menjelaskan gaya hidup tersebut maksudnya adalah keinginan untuk serba cepat dengan akses yang mudah terhadap berbagai kebutuhan mereka.
 
Dalam laporan yang bertajuk Meeting Southeast Asian Consumers’ Expectations with Chats and Calls, disebutkan penggunaan internet di kalangan konsumen di Asia Tenggara rupanya masih didominasi oleh media sosial dan aplikasi chatting.

Rata-rata pengguna internet di Indonesia menginstal 4,2 aplikasi pengirim pesan di ponselnya. Tren penggunaan aplikasi pengirim pesan di kawasan ini terus meningkat. Aplikasi pengirim pesan seperti Whatsapp menempati urutan tiga teratas dengan pengguna terbanyak setelah, Facebook dan YouTube.

Dari yang semula mengandalkan telepon, pesan singkat, dan email, kini preferensi pengguna internet pun beralih ke media chatting untuk berkomunikasi, bahkan bertransaksi dengan sesama pengguna internet lainnya.
 
Perubahan gaya hidup baru yang sebagian besar diadopsi oleh millenial sebagai pengguna internet paling dominan di Asia Tenggara ini kemudian melahirkan sebuah ekspektasi baru. Hal tersebut harus dipenuhi bisnis di Asia Tenggara agar tetap dapat merangkul konsumennya.

Konsumen saat ini berekspektasi bahwa layanan ataupun produk dapat diperoleh secara digital kapanpun dan di manapun mereka memerlukannya. Oleh karena itu, implementasi berbagai fitur ataupun cara baru yang memudahkan akses konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh bisnis menjadi suatu hal yang mutlak harus dilakukan.
 
“Disrupsi digital ini bahkan membuat perusahaan yang sangat konvensional sekalipun mulai mengadopsi tren terbaru agar tidak kehilangan pasar,” ungkap Delta.
 
Perubahan interaksi di kalangan pengguna internet di Asia Tenggara mampu merevolusi berbagai bisnis yang selama ini dianggap telah mapan.

Halodoc, misalnya, menemukan tantangan bahwa layanan akses kesehatan yang tidak merata menjadi salah satu masalah di Indonesia.

Dengan teknologi chat, kini masyarakat dapat mengakses dokter yang berkualitas cukup melalui ponselnya tanpa harus datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.
 
Ke depannya, Qiscus memprediksi adopsi teknologi komunikasi real-time berupa chat akan semakin luas dan tidak terbatas pada layanan yang sudah ada seperti e-commerce ataupun bisnis on-demand, tetapi juga pada produk-produk baru yang kini terus dikembangkan oleh bisnis di Asia Tenggara.

“Sebagai bentuk komunikasi yang paling diminati oleh konsumen di Asia Tenggara pada saat ini, chat menjadi salah satu fitur yang harus dipertimbangkan oleh bisnis untuk melakukan pembaruan dalam produk ataupun layanan mereka,” tutup Delta. 
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.