StickMart Ingin Tambah Pendapatan Pengemudi Grab

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 18 Oct 2018 12:04 WIB
teknologistartup
StickMart Ingin Tambah Pendapatan Pengemudi Grab
Peluncuran StickMart di Jakarta, Kamis 18 Oktober 2018.

Jakarta: Menurut laporan pada 2017 dari INRIX, lembaga riset transportasi dunia, masyarakat Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 40 jam dalam setahun terjebak dalam kemacetan.

Sementara Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, kecepatan rata-rata mobil di Jakarta justru menurun, dari 16,8 km per jam menjadi 5km per jam.

StickEarn melihat fakta bahwa orang Indonesia terjebak dalam kemacetan selama berjam-jam setiap minggunya sebagai kesempatan. Mereka ingin mengubah industri periklanan dengan menyediakan berbagai solusi iklan.

Berlokasi di Foundry 8, SCBD Jakarta Selatan, StickEarn meluncurkan StickMart, platform komersial dalam mobil berupa sebuah kotak yg berisi sampel produk. Kotak ini akan ditempatkan di antara kursi penumpang dan pengemudi.

Selain sebuah kota yang berisi sampel produk, StickMart juga dilengkapi dengan StickTablet, sebuah perangkat khusus yg akan menampilkan informasi (baca: iklan) terbaru tentang berbagai merek.

Tidak hanya itu, perangkat ini juga berisi konten video yang bisa ditonton oleh penumpang. Melalui tablet ini, penumpang juga bisa membeli barang secara langsung dan melakukan pembayaran baik tunai maupun digital via OVO. 

Co-Founder StickEarn, Archie Carlson menyebutkan bahwa kotak dari StickMart ini bisa berisi beragam barang, mulai dari tisu, makanan kecil, minuman hingga obat-obatan seperti tolak angin.

Kotak StickMart juga dilengkapi dengan port USB sehingga penumpang bisa mengisi perangkatnya. Kotak ini juga memiliki lampu LED sehingga barang yang ada di dalamnya akan tetap terlihat bahkan pada malam hari. 

Garry Limanata, Co-founder StickEarn menyebutkan, saat ini, StickMart hanya bisa digunakan pada mobil Inova atau Avanza. Mitra pengemudi yang memanfaatkan StickMart bisa mengakses berbagai macam pilihan melalui aplikasi StickEarn yang sebelumnya telah mereka gunakan.

"Karena kotak akan diletakkan pada konsol di antara penumpang dan pengendara. Jika tipe mobilnya berbeda, maka ia akan memiliki konsol yang berbeda juga," katanya. 

Terkait konten video yang ada di dalam StickTablet, Garry menjelaskan, setiap minggunya, StickEarn akan memperbarui konten video yang ada dalam tablet.



Untungnya, proses update ini akan dilakukan secara remote. Dengan begitu, pengendara taksi online yang menggunakan StickMart tidak perlu repot-repot untuk mendatangi kantor StickEarn untuk update

StickEarn telah bekerja sama dengan Grab secara eksklusif untuk GrabAds, divisi Grab yg spt namanya, menawarkan berbagai merek untuk beriklan di platform Grab. Sejauh ini, StickEarn sepenuhnya bertanggung jawab atas iklan pada armada roda empat milik Grab.

Co-founder StickEarn Sugito Alim menjelaskan, StickMart bisa menguntungkan merek dan pengemudi taksi online. Bagi pengendara taksi online, mereka bisa mendapatkan penghasilan lebih hingga Rp2 juta per bulan.

Archie mengatakan, pengendara Grab bisa mendapatkan pendapatan ekstra dengan memasang iklan atau menjual langsung barang yang ada pada StickMart. 

Bagi merek yang beriklan, mereka bisa mendapatkan keuntungan berupa waktu eksposur yang lama. Archie mengatakan, iklan yang terpasang pada billboard hanya akan dilihat selama dua detik, sementara iklan pada elevator kantor akan bisa ditonton selama 45 detik. 

"Melalui Stickmart, merek bisa berinteraksi dengan calon konsumen selama satu jam dalam captive environment," katanya. Captive environment yang dia maksud adalah konsumen tidak terdistraksi oleh hal-hal lain ketika melihat iklan pada StickTablet. 

Dia menjelaskan, ada banyak tipe kampanye iklan yang bisa dilakukan oleh sebuah merek. Mulai dari percobaan atau perkenalan produk, memberikan sampel atau penjualan langsung.

Mereka juga bisa meningkatkan keberadaan media sosial mereka karena penumpang yang mendapatkan sampel gratis akan diminta untuk membagikan foto selfie mereka bersama dengan produk dan juga mendapatkan insigth dari survei pada konsumen. 

Archie menyebutkan, saat ini StickMart telah terpasang pada 200 armada Grab. Pada akhir tahun depan, dia berharap, StickMart telah terpasang pada 10 ribu armada Grab.

"Melalui GrabAds kami berkomitmen membantu mitra pengemudi mendapatkan penghasilan tambahan setiap bulan, dan menciptakan hubungan yg bermakna antara konsumen dan merek," kata Ongki Kurniawan, Executive Director Grab Indonesia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.