Google Hapus 29 Aplikasi Jahat dari Play Store

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 04 Feb 2019 14:18 WIB
androidgooglecyber security
Google Hapus 29 Aplikasi Jahat dari Play Store
Google baru saja menghapus 29 aplikasi jahat yang menargetkaan pengguna Android.

Jakarta: Google menghapus 29 aplikasi jahat di Google Play Store. Aplikasi-aplikasi itu diklaim sebagai aplikasi kamera untuk mempercantik diri tapi ternyata juga melakukan tindakan jahat seperti mencuri gambar pengguna. 

Aplikasi-aplikasi tersebut ditemukan oleh perusahaan keamanan siber Trend Micro, yang mengatakan bahwa beberapa aplikasi jahat ini telah diunduh sebanyak jutaan kali. Sebagian besar pengunduh aplikasi itu berasal dari Asia, khususnya India.

Secara total, 29 aplikasi jahat ini telah diunduh sebanyak lebih dari empat juta kali sebelum mereka dihapus dari Play Store. Lebih dari tiga juta unduhan berasal dari tiga aplikasi. 

Trend Micro berkata, setelah pengguna mengunduh salah satu dari aplikasi jahat itu, mereka tidak akan sadar bahwa aplikasi itu bermasalah sampai mereka mencoba untuk menghapus aplikasi itu. Contohnya, salah satu aplikasi menyembunyikan ikon aplikasi untuk membuatnya sulit untuk dihapus. 

Selain itu, aplikasi-aplikasi ini juga melakukan kompresi pada arsip aplikasi sehingga ia sulit untuk dianalisa. Tidak ada indikasi bahwa aplikasi jahat ini menjadi penyebab dari berbagai masalah yang dialami korban, menurut laporan Digital Trends

Sebagian dari aplikasi yang telah dihapus dari Play Store ini akan menampilkan iklan satu layar penuh untuk konten penipuan atau pornografi setiap korban membuka ponsel. Sementara sebagian yang lain akan membawa korban ke situs phishing yang akan mencoba untuk mencuri informasi sensitif mereka. 

Ada juga aplikasi yang berusaha untuk mencuri informasi kontak korban dengan menyamarkan diri sebagai halaman yang menyebutkan korban mendapatkan hadiah.

Trend Micro juga menemukan bahwa sebuah pemutar video dewasa -- yang diiklankan oleh aplikasi-aplikasi ini -- tidak memutar konten apapun bahkan setelah mereka membeli konten yang ada. 

Salah satu kegiatan paling berbahaya yang dilakukan oleh aplikasi jahat ini adalah meminta korban untuk mengunggah foto untuk mempercantiknya.

Gambar-gambar yang dikirim itu diunggah ke server pribadi. Setelah mengunggah foto, korban akan mendapatkan pesan bahwa mereka perlu memperbarui aplikasi mereka. 

Trend Micro percaya, gambar yang diunggah korban dicuri dan digunakan untuk berbagai kegiatan seperti membuat akun media sosial palsu. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.