Google Ingatkan Politikus Jaga Keamanan Email Pribadi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 20 Oct 2018 12:47 WIB
googlecyber security
Google Ingatkan Politikus Jaga Keamanan Email Pribadi
Ilustrasi. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Politikus dan staf biasanya sangat berhati-hati dengan email bisnis mereka, waspada akan serangan phishing dari hacker. Namun, para ahli keamanan menyebutkan bahwa bahaya yang lebih besar justru datang dari akun pribadi mereka. 

Serangan via email adalah salah satu metode yang paling sering hacker gunakan untuk menembus sistem keamanan sebuah organisasi.

Metode phishing dibuat untuk menipu korban untuk mengklik tautan ke situs dengan malware atau memberikan password dari akun mereka. Biasanya, serangan ini menjadi semakin canggih ketika digunakan untuk menyerang tokoh masyarakat seperti politikus. 

Head of Account Security Initiative, Google, Guemmy Kim mengatakan bahwa Google biasanya memperingatkan para politikus jika mereka menjadi target para hacker.

Kim mengatakan, biasanya anggota tim kampanye menganggap akun pribadi mereka aman karena ia tidak digunakan untuk pekerjaan. Namun, akun itu tetap memiliki banyak informasi penting, seperti password ke akun media sosial dan informasi finansial. 

"Mereka berkata, 'Saya tidak perlu itu, saya tidak menggunakan Gmail,'" kata Kim, lapor CNET. "Dan kami bali bertanya, 'Email apa yang Anda gunakan untuk akun Twitter dan Facebook?"

Maciej Ceglowski, pendiri Tech Solidarity menekankan hal yang sama. Dia menemukan bahwa dalam pelatihan untuk tim kampanye, orang-orang diajarkan untuk memastikan bahwa akun email profesional mereka aman. Namun, akun email pribadi sama sekali tidak dibahas. 

Kim menjelaskan ada beberapa celah keamanan yang ada pada akun pribadi tapi tidak ada pada akun profesional.

Biasanya, akun profesional ada di bawah tanggung jawab perusahaan atau organisasi, yang memiliki tim IT dan berbagai fitur keamanan di dalamnya. Sementara pada akun pribadi, pengguna harus peduli pada keamanan akun mereka sendiri. 

"Semua orang berpikir bahwa akun pekerjaan Anda yang akan diserang. Tapi akun itu justru lebih aman," kata Kim. "Akun yang lebih mudah diserang adalah akun pribadi Anda karena tidak ada orang lain yang menjaga keamanannya."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.