Sertifikat SSL tak Jamin Situs Aman

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 27 Nov 2018 16:05 WIB
cyber security
Sertifikat SSL tak Jamin Situs Aman
Ilustrasi

Jakarta: Anda kini tidak lagi bisa berasumsi bahwa sebuah situs aman ketika Anda melihat ikon gembok kunci pada baris alamat. PhishLabs, perusahaan anti-phishing memberikan penjelasan mengenai hal ini.

PhishLabs menyebutkan bahwa 49 persen situs phishing memiliki sertifikat Secure Sockets Layer, yang berarti ada ikon gembok pada baris alamat. Angka ini naik naik dari 35 persen pada kuartal kedua. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka ini naik 14 persen dari angka 25 persen.

Situs phishing akan mencoba menipu Anda untuk memberikan informasi penting, seperti akun perbankan Anda dengan menyamarkan diri sehingga ia terlihat seperti situs resmi. Hanya saja, sekarang, trafik mereka juga akan terenkripsi ketika mereka melakukan penipuan ini, lapor Engadget

Pendiri dan CTO PhishLabs, John LaCour menganggap naiknya jumlah situs phishing yang menggunakan SSL disebabkan oleh para penyerang itu sendiri dan keputusan dari para pembuat software. Banyak pelaku phishing yang membeli domain situs dan segera membuat sertifikat SSL untuk domain tersebut.

Google mencoba mengurangi penipuan dengan memperingatkan para pengguna akan situs yang tidak aman. Ini mendorong para pelaku phishing membuat situs mereka aman sehingga Chrome tidak akan mendeteksi situs penipuan itu.

Untungnya, para pengembang peramban internet berusaha mengurangi kemungkinan terjadinya phishing dengan memblokir situs yang memang sudah diketahui sebagai situs phishing, tidak peduli apakah situs itu memiliki sertifikat SSL atau tidak. Sayangnya, mereka tidak bisa memblokir semua situs phishing.

Cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari situs phishing yang terlihat aman adalah untuk berhenti berasumsi. Anda harus mempertanyakan keaslian sebuah situs yang meminta informasi akun dan password Anda meski ia terlihat asli.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.