Mi A2 dan Mi A2 Lite, Desain Mirip dan Tanpa NFC

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 20 Sep 2018 17:49 WIB
xiaomi
Mi A2 dan Mi A2 Lite, Desain Mirip dan Tanpa NFC
Xiaomi menyebut perbedaan desain Mi A2 dan Mi A2 Lite sebagai pilihan untuk konsumen.

Jakarta: Menilik desain, dua smartphone Android One terbaru Xiaomi di Indonesia, Mi A2 dan Mi A2 Lite terlihat mirip. Keduanya memiliki sejumlah perbedaan desain yang cukup kentara, termasuk yang diusung layar keduanya.

Sebagai informasi, Xiaomi Mi A2 hadir dengan desain layar tradisional serupa smartphone pada umumnya, sedangkan Mi A2 Lite mengusung desain layar yang tengah menjadi tren saat ini yaitu desain berponi. Disinggung hal ini, Xiaomi mengaku memiliki alasan tersendiri.

"Ada konsumen yang suka dengan perangkat berdesain ini, ada juga yang tidak. Kami berupaya untuk menghadirkan opsi untuk konsumen. Saat ini masih ada konsumen yang memilih desain layar standar, jadi sulit bagi kami untuk menggunakan satu layar agar fit dengan keinginan semua orang," ujar Head of Xiaomi South Pacific Region Xiaomi Indonesia Country Manager Steven Shi.

Selain itu perbedaan lain juga ditemukan pada ketersediaan jack audio 3,5 mm, yang tidak dapat ditemukan pada Mi A2, namun tersedia di Mi A2 Lite. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti pengguna Mi A2 tidak dapat menikmati musik via earphone dari ponsel cerdas ini.

Sebab, Xiaomi menyediakan konverter USB Type-C ke jack audio 3,5 mm yang dapat dibeli konsumen secara terpisah. Sementara itu, Xiaomi Mi A2 dan Mi A2 Lite juga tidak dilengkapi oleh dukungan teknologi Near Field Communication (NFC).

Menurut Shi, keputusan untuk tidak menghadirkan NFC pada perangkatnya karena jumlah pengguna teknologi ini belum banyak. Keputusan ini juga didukung oleh pertimbangan penambahan ongkos produksi yang mungkin terjadi jika teknologi tersebut dihadirkan Xiaomi pada perangkatnya.

Shi mengaku tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan teknologi NFC pada perangkat Xiaomi jika permintaan akan teknologi ini meningkat.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.