Menengok 'Kelahiran' P20 di Pabrik Huawei

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 09 Jul 2018 12:11 WIB
huawei
Menengok 'Kelahiran' P20 di Pabrik Huawei
Foto: Medcom.id

Dongguan: P20 dan P20 Pro menjadi ponsel premium terbaru Huawei. Produsen asal 'Negeri Tirai Bambu' itu membenamkan beragam teknologi mutakhir ke dalam varian ini. Salah satunya, kamera berteknologi Leica, perusahaan asal Jerman yang fokus pada kamera dan lensa.

Medcom.id beserta beberapa jurnalis dan Youtuber berkesempatan melihat langsung produksi P20 dalam APAC China Media Trip 2018 di pabrik Huawei, Dongguan, Guangdong, Tiongkok, Jumat, 6 Juli 2018. Area ini sangat tertutup. Tak sembarangan orang dapat masuk. 

Pengunjung tak diperkenankan mengambil gambar di dalam lingkungan pabrik. Kegiatan produksi pabrik dilarang keras direkam. Segala gawai pengunjung harus dititipkan di loker khusus. Selain itu, pengunjung juga wajib mengenakan pakaian khusus.

Di dalam pabrik, terlihat para operator serius bekerja. Sebagian memperhatikan mesin-mesin, mengecek bila ada kesalahan. Sementara itu, sebagian lagi terampil dalam mengutak-atik ponsel yang masih setengah jadi.

P20 pun rupanya diciptakan dengan alat produksi canggih untuk menjaga kualitasnya. Proses produksi P20 dimulai dari sebuah motherboard yang masih kosong, tanpa komponen apa pun. Komponen motherboard masih berada di gulungan pita.

Pemasangan komponen ke dalam motherboard dilakukan dengan mesin solder otomatis. Proses rumit ini dilakukan dengan alat yang sebagian dibuat eksklusif oleh Huawei. Pemasangan komponen pun terpantau melalui layar untuk menengok motherboard selama proses produksi dan mengecek bila ada kesalahan pemasangan.

Setuhan tangan manusia baru diberikan saat motherboard selesai. Pemasangan layar dan bagian lainnya membutuhkan bantuan dari operator. Tenaga manusia memang masih diperlukan untuk pekerjaan yang membutuhkan fleksibilitas yang tak bisa dilakukan mesin. 

Dalam produksi, ponsel-ponsel ini juga diuji coba secara ringan. Tiap ponsel dijatuhkan dengan ketinggian 30 cm. Ini untuk memastikan kekuatan tiap komponen menempel di motherboard serta di badan ponsel. Kualitas suara dan antena ponsel juga dites.

Tangan manusia juga dilibatkan dalam pengemasan ponsel. Terdapat petugas yang mencetak nomor international mobile equipment identity (IMEI). Petugas juga yang memasukkan kotak ponsel ke dalam kardus. Namun, di bagian akhir, ada robot yang akan mengantarkan kardus dari tempat produksi ke penyimpanan.

Sementara itu, pabrik Huawei di Dongguan mampu memproduksi 2.800 unit P20 per hari. Setiap 28,5 detik, satu ponsel terlahirkan. Dalam satu line produksi, ada 20 orang operator yang bekerja. Kondisi ini berbeda dari 5 tahun lalu, sebelum ada mesin otomatis, di mana satu line produksi dikerjakan 80-an.

Di sisi lain, terdapat tiga jenis pegawai di dalam pabrik dengan seragam berbeda. Operator mesin bertopi putih, bagian quality control bertopi pink, dan bagian technical support dengan topi biru. Mereka bekerja selama 8 jam per hari. Ada dua shift pekerja dalam satu hari.

Di dalam pabrik juga terdapat hall of fame, tempat foto pegawai yang bekerja dengan baik. Ada pula dinding tempat pegawai menyampaikan saran soal proses produksi untuk mengefisiensi pekerjaan. Huawei terbuka menerima saran dari pegawai. Hasilnya, ada alat yang mengandalkan gravitasi dalam proses produksi yang dibuat dari ide pegawai. 


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

11 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.