Stasiun Luar Angkasa Tiangong-1 Jatuh di Samudera Pasifik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Apr 2018 12:46 WIB
luar angkasationgkok
Stasiun Luar Angkasa Tiangong-1 Jatuh di Samudera Pasifik
Perawakan stasiun luar angkasa pertama Tiongkok, Tiangong-1 yang sudah kehilangan kontak sejak tahun 2016.

Jakarta: Stasiun luar angkasa Tiongkok yang jatuh ke Bumi -- Tiangong-1 -- akhirnya menembus atmosfer dan mendarat di selatan dari Samudera Pasifik. Pesawat tersebut masuk ke atmosfer Bumi pada 1 April pukul 20.16 ET atau 2 April pukul 08.16 WIB, menurut US Strategic Command. 

Kejadian ini menandai akhir dari stasiun luar angkasa Tiongkok yang telah ada di orbit selama tujuh tahun. Untungnya, ketika jatuh, ia tidak jatuh di tempat yang ditinggali oleh manusia. 

Seperti yang disebutkan The Verge, menentukan dimana Tiangong-1 akan jatuh bukanlah hal yang mudah.

Stasiun luar angkasa ini berada di orbit rendah Bumi dengan keecpatan 17 ribu mil per jam. Jika waktu perkiraan jatuh meleset satu jam saja, maka tempat pendaratan akan meleset sejauh 17 ribu mil dari titik perkiraan. 

Tiangong-1 tidak hanya berat, tapi juga padat. Para ahli memperkirakan, akan ada puing dari pesawat itu yang tetap cukup besar bahkan setelah melewati atmosfer. Namun, kecil kemungkinan bagian sisa dari Tiangong-1 akan menimpa tempat yang ditinggali.

Sebagian besar dari Bumi terdiri dari lautan. Selain itu, sebagian besar daratan di Bumi tidak ditinggali oleh manusia. Karena itu, kecil kemungkinan puing-puing dari Tiangong-1 akan menimpa kawasan yang ditinggali. 

Diluncurkan pada 2011, Tiangong-1 -- yang berarti "Tempat Surgawi" -- adalah stasiun luar angkasa pertama dari Tiongkok. Dua kelompok astronaut mengunjungi pesawat itu ketika ia ada di orbit. Dalam salah satu kelompok itu, ada astronaut wanita pertama dari Tiongkok. 

Stasiun luar angkasa ini dibuat hanya untuk bertahan selama dua tahun di luar angkasa. Pada awalnya, pemerintah Tiongkok berencana menyalakan mesin Tiangong-1, mendorongnya keluar dari orbit sehingga ia bisa mendarat di lautan dengan aman. Setelah itu, penerusnya -- Tiangong-2 -- akan mengambil posisinya sebagai habitat utama dari astronot Tiongkok. 

Namun, pemerintah Tiongkok pada akhirnya memperpanjang waktu Tiangong-1 di orbit. Mungkin sebagai rencana cadangan jika Tiangong-2 tidak selesai dibuat tepat waktu.

Pada 2016, badan luar angkasa Tiongkok memberitahukan PBB bahwa mereka telah kehilangan kendali atas Tiangong-1. Itu artinya, pemerintah Tiongkok tidak lagi bisa mengirimkan perintah pada Tiangong-1 di orbit.

Dengan jatuhnya Tiangong-1, ini mengakhiri kekhawatiran tentang stasiun luar angkasa tersebut.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.