Kecerdasan Buatan Microsoft Jadi Selebritas Tiongkok

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 23 May 2018 10:07 WIB
microsoft
Kecerdasan Buatan Microsoft Jadi Selebritas Tiongkok
Microsoft memperkenalkan Bot AI terbarunya, Xiaoice, dilaporkan cukup populer di negara pengujiannya, Tiongkok.

Jakarta: Dalam acara yang berlangsung di London, Microsoft memperkenalkan Xiaoice, bot AI karyanya yang tengah menjalani proses pengujian di Tiongkok. Xiaoice cukup populer di Tiongkok, terbukti dengan jumlah teman mencapai 500 juta orang.

Teman Xiaoice tersebut berkomunikasi dengan bot AI ini melalui 16 saluran pada layanan pesan instan yang beroperasi di Tiongkok, termasuk WeChat. CEO Microsoft Satya Nadela menyebut Xiaoice memiliki acara televisi, menulis puisi, dan telah menjadi selebritas salah satu di negara terbesar di dunia tersebut.

Sebagian besar interaksi Xiaoice dan masyarakat terjadi via pesan teks, namun Microsoft juga mengungkap bahwa bot AI ini juga dapat melakukan panggilan telepon. Berbeda dengan Google Duplex yang mengatur janji dan pesanan untuk orang lain, Xiaoice mampu melakukan percakapan via telepon dengan seseorang.

Nadella menyebut bahwa Xiaoice akan dapat berbincang dengan pengguna di WeChat dan berhenti untuk menelepon pengguna, dan percakapan dapat dilanjutkan via ponsel. Hingga saat ini, bot AI ini telah berpartisipasi pada lebih dari satu juta panggilan telepon.

Sebuah demo yang dipresentasikan oleh Microsoft menampilkan bahwa serupa Google Duplex, Xiaoice menggunakan frasa seperti "Hmm" dan "Mmm" untuk menjadikan percakapan yang disampaikan bot terdengar lebih alami dan serupa dengan manusia.

Microsoft juga masih berencana untuk menghadirkan Xiaoice hanya di wilayah Tiongkok untuk saat ini. Namun, bot AI ini dperkirakan akan segera tersedia di negara lainnya di dunia, meski belum tersedia informasi resmi terkait waktu ketersediaannya tersebut.

Sebelumnya, Microsoft mencoba melakukan percakapan dengan bot di Amerika Serikat pada tahun 2016 lalu, dengan nama Tay.

Namun, Microsoft harus menghentikan dan menghilangkan Tay dari peredaran, setelah pengguna Twitter mengubahnya sehingga menyampaikan percakapan yang dinilai rasis.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.