Samsung tak Takut Produknya Diadu Kompetitor

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 04 May 2018 10:07 WIB
samsung
Samsung tak Takut Produknya Diadu Kompetitor
Samsung mengaku tidak keberatan produknya dibandingkan dengan produk merek lain.

Jakarta: Melalui Galaxy J7 Duo yang baru diluncurkan.Samsung mencoba menawarkan teknologi unggulan karyanya pada perangkat dengan harga lebih terjangkau.

Bahkan Samsung Galaxy J7 Duo ini diklaim sebagai ponsel cerdas Samsung dengan harga paling terjangkau jika dibandingkan dengan perangkat lain karya perusahaan asal Korea Selatan ini.

Namun sejumlah pihak masih menilai harga yang ditawarkan Samsung untuk Galaxy J7 Duo masih relatif mahal, jika dibandingkan perangkat merek lain. Samsung mengaku tidak keberatan saat sejumlah produsen smartphone merek lain menggunakan produknya sebagai pembanding dengan produk mereka.

"Dari Samsung kami tidak melihat itu sebagai perbandingan component by component. Kami tidak membandingkan ini baterainya sekian, itu baterai sekian, sebab perangkat ini adalah sebuah produk yang terintegrasi, experience-nya terintegrasi semuanya. Experience ini yang kami tawarkan ke konsumen," ujar Head of Product Marketing IM Business Samsung Electronics Indonesia Denny Galant.

Selain itu, Denny juga menambahkan, Samsung tidak mempermasalahkan menyoal harga sebagai tolok ukur perbandingan. Hal ini disebut Denny justru memacu Samsung untuk berinovasi, memperbaiki teknologi dan pengalaman penggunaan yang dihadirkan perangkat karyanya kepada konsumen.

Samsung juga mengaku tidak hanya soal produk, komitmen untuk menyuguhkan pengalaman lebih baik juga diwujudkan melalui layanan purnajual, yang juga difokuskan Samsung demi memanjakan konsumen di dunia. Sementara itu, menanggapi penilaian bahwa perangkat Samsung ditawarkan dengan harga yang terlalu tinggi, Denny menyebut bahwa hal tersebut bersifat relatif.

Denny menyebut tingginya harga yang ditawarkan pada perangkat karyanya tidak hanya berkat penggunaan bahan dan teknologi yang baik, namun juga berkat sejumlah software yang diklaim akan mampu mendukung kesenangan dan kenyamanan saat menggunakan ponsel cerdas karyanya, salah satunya adalah Signal Max.

Selain itu, optimisme Samsung ini juga didukung oleh pangsa pasarnya di Indonesia yang masih tergolong besar, dan diklaim saat ini Samsung masih menjadi pemimpin pasar smartphone di Indonesia.

Denny juga menyebut bahwa Samsung tidak ingin terjebak dengan mengedukasi konsumen lewat perbandingan hardware setiap perangkat, sebab dalam ponsel juga terdapat layanan lain yang mendukung pengalaman penggunaan konsumen dari suatu perangkat.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.