Microsoft Patenkan Wearable Anyar, Seperti Apa?

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 31 Jul 2018 10:40 WIB
microsoft
Microsoft Patenkan Wearable Anyar, Seperti Apa?
Microsoft dilaporkan baru saja mendaftarkan paten untuk kacamata yang berkemampuan untuk mengukur tekanan darah.

Jakarta: Microsoft dilaporkan baru saja mendaftarkan paten untuk kacamata yang bisa mengukur tekanan darah. Prototipe ini digambarkan secara detil dalam laporan karya anggota tim Microsoft Research, Christian Holz dan Edward Wang.

Paten ini menjelaskan penempatan sensor optikal di gagang bingkai kacamata, berfungsi untuk mengukur nadi di tiga titik lokasi berbeda pada wajah pengguna. Perangkat kemudian mengukur waktu dan detak antara tiga area tersebut dan jantung untuk menghitung tekanan darah.

Terdapat sensor lain yang bertugas menghimpun data lain, seperti pergerakan dan merekam perubahan pada tanda vital selama periode waktu tertentu dalam aktivitas berbeda. Hal ini juga bertujuan mengukur detak jantung, serta data lainnya.

Prototipe ini dilaporkan mengalami keberhasilan dalam proses percobaan selama penggunaan di dunia nyata, dan disebut lebih cepat dari metode tradisional. Aspek lain dari penelitian ini menyebut bahwa peneliti menyebut hanya mengukur tekanan darah sistolik.

Sementara itu, tidak tersedia informasi terkait dengan pembacaan diastolik yang disebut menjadi hal penting dalam menentukan aktivitas jantung.

Seperti pada umumnya, paten ini tidak mengindikasikan akan menjadi produk nyata dan Microsoft secara rutin mendaftarkan paten teknologi yang tidak pernah menjadi produk.

Berkenaan dengan paten, sebelumnya Microsoft juga  dilaporkan mendapatkan sertifikasi paten berjudul "Tiga cara panggilan video pada perangkat dengan sejumlah layar dan berengsel", diprediksi mengindikasikan pengembangan lebih lanjut untuk perangkat lipat karya Microsoft, berkodenama Andromeda.

Tidak hanya paten, Microsoft juga merilis update yang menampilkan lebih banyak cara alternatif bagi pengguna untuk melindungi data yang tersimpan di aplikasi. Selain PIN Code, pengguna Android pada perangkat Android kini dapat memanfaatkan sidik jari untuk mengunci aplikasi sebagai pengamanan tambahan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.