Hillary Clinton Ingin Jadi CEO Facebook

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 28 May 2018 12:01 WIB
facebook
Hillary Clinton Ingin Jadi CEO Facebook
Hillary Clinton mengaku ingin menjadi CEO Facebook dan meninggalkan ranah politik.

Jakarta: Hillary Clinton dilaporkan berkeinginan untuk mengubah hidupnya dari ranah politik menjadi pemimpin dari perusahaan jejaring sosial terbesar di dunia.

Pernyataan ini disampaikan Clinton saat ditanyai Jaksa Umu Maura Healey terkait perusahaan yang ingin dipimpinnya jika memiliki peluang tersebut.

Pertanyaan yang diajukan pada acara penyerahan penghargaan individu dengan dampak transformatif kepada masyarakat, yaitu Radcliffe Medal, dijawab Clinton tanpa jeda ataupun ragu.

Clinton menilai Facebook sebagai platform berita terbesar di dunia saat ini, dan sebagian besar masyarakat Amerika Serikat mendapatkan informasi dari Facebook.

Facebook saat ini tengah berupaya memenangkan kembali kepercayaan penggunanya setelah menghadapi rangkaian kontroversi, termasuk skandal Cambridge Analytica, dengan data sebanyak 87 juta pengguna Facebook dibagikan kepada konsultan politik.

Pada bulan April lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di hadapan Congress terkait dengan kekhawatiran dan sensorsip privasi data.

Pada awal minggu ini, Zuckerberg bersaksi di hadapan European Parliament untuk mendiskusikan pengaruh Facebook pada pemilihan di wilayah tersebut.

Sang CEO menyebut bahwa Facebook akan mendukung regulasi terkait dengan iklan politik, setelah pengawas Rusia menggunakan jejaring untuk ikut campur pada kampanye presiden.

Clinton memahami bahwa Facebook mencoba untuk mengatasi sejumlah konsekuensi tidak terduga dari model bisnis mereka.

Selain itu, Clinton juga memahami bahwa penting bagi demokrasi di negaranya bahwa masyarakat mendapatkan informasi akurat untuk mendukung tindakan pengambilan keputusan. Namun hingga saat ini, belum tersedia tanggapan resmi dari Clinton Foundation.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.