Co-Founder Microsoft Paul Allen Tutup Usia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 16 Oct 2018 10:55 WIB
microsoft
Co-Founder Microsoft Paul Allen Tutup Usia
Paul Allen adalah teman masa kecil Bill Gates.

Jakarta: Salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen meninggal karena komplikasi dari non-Hodgkin lymphoma, kanker yang berkembang dalam sistem limfatik.

Dia berumur 65 tahun. Sebelum ini, dia menyebutkan bahwa dia sedang menjalani perawatan akan pernyakit yang dideritanya. 

Allen adalah teman masa kecil Bill Gates. Keduanya lalu membuat Microsoft pada 1975. Dia meninggalkan perusahaan itu pada 1983, ketika dia harus menjalani pengobatan akan Hodgkin lymphoma yang dia derita.

Namun, dia tetap menjadi anggota dewan di Microsoft hingga 2000. Dia pertama kali menjalani pengobatan untuk non-Hodgkin lymphoma pada 2009. Kankernya sempat dinyatakan remisi, lapor The Verge

Dalam pernyataan resmi pada ABC News, Gates berkata bahwa dia "merasa sangat sedih akan kepergian salah satu teman paling lama dan terbaiknya." Dia kemudia memuji rekan pendirinya tersebut. 

"Dari awal pertemuan kami di Lakeside School, kerja sama kami untuk membangun Microsoft, sampai proyek filantropi yang kami kerjakan bersama, Paul adalah rekan dan teman yang sangat baik. Komputer pribadi tidak akan ada tanpa dia.

Tapi Paul tidak puas hanya dengan membuat satu perusahaan. Dia menggunakan kecerdasan dan kebaikan hatinya untuk memperbaiki hidup orang lain dan memperkuat komunitas di Seattle dan di seluruh dunia.

Dia sering berkata, 'Jika ada sesuatu yang bisa memberikan dampak baik, kita harus melakukannya.' Orang seperti itulah dia. 

Paul puas dengan hidupnya dan menyayangi orang-orang di sekitarnya. Dan kami menyayanginya. Dia pantas untuk hidup lebih lama, tapi kontribusinya pada dunia teknologi dan filantropi akan diingat selama beberapa generasi ke depan. Saya akan sangat merindukannya."

Sementara itu, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan bahwa kontribusi Allen pada Microsot dan keseluruhan industri "tidak tergantikan."

"Kontribusi Paul Allen pada perusahaan, industri dan komunitas kami tidak tergantikan. Sebagai co-founder Microsoft, dengan caranya sendiri, dia bisa membuat produk, pengalaman penggunaan dan badan yang hebat. Dan dengan itu, dia mengubah dunia," kata Nadella. 

Setelah meninggalkan Microsot, Allen menjadi seorang investor via perusahannya, Vulcan. Dia membeli berbagai perusahaan di berbagai industri. Vulcan kini pernah berinvestasi mulai dari Museum of Pop Culture di Seattle sampai Stratolaunch, yang berencana untuk membuat pesawat luar angkasa.

Kerjanya membuat nama Allen di kenal di Seattle, yang menjadi fokus dari pekerjaannya. Belum lama ini, dia memberikan dana sebesar USD46 miliar di South Seattle untuk menyediakan rumah bagi para tunawisma dan juga keluarga dengan penghasilan kecil. 

CEO Apple Tim Cook dan CEO Google Sundar Pichai menyebut Allen sebagai "perintis" teknologi. Mereka juga menyebutkan tentang kegiatan filantropinya. Sementara CEO Amazon Jeff Bezos mengatakan bahwa apa yang dilakukan Allen memberikan inspirasi pada banyak orang. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.