5G Siap Rilis di Negara Berkembang Tahun Depan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 05 Dec 2018 16:00 WIB
qualcomm
5G Siap Rilis di Negara Berkembang Tahun Depan
President Qualcomm Christiano Amon.

Maui: Adopsi 5G akan memberikan dampak lebih besar jika dibandingkan dengan perubahan penggunaan 4G dari 3G.

Dalam acara Tech Summit, President Qualcomm Incorporated Christiano Amon menjelaskan bahwa 5G akan bisa menghubungkan miliaran objek dan tidak sekadar jutaan.

"Ini akan mengubah cara kita hidup, bekerja, dan saling terhubung," kata Amon. Dia juga mengatakan, keberadaan 5G akan memberikan dampak di segala industri.

Dia menyebutkan, tidak tertutup kemungkinan, keberadaan 5G akan mendorong terciptanya kategori produk baru di berbagai lini bisnis. Keberadaan teknologi nirkabel generasi terbaru ini juga akan mengubah cara perusahaan mengubah cara kerja mereka.

"Langkah pertama, smartphone. Ini akan memberikan pengalaman yang jauh lebih baik, jauh lebih cepat dan responsif. Seolah-olah Anda selalu terhubung dengan jaringan fiber," kata Amon. Ke depan, dia menyebutkan bahwa 5G akan menjadi infrastruktur dasar layaknya listrik.

Samsung bekerja sama dengan AT&T dan Verizon untuk meluncurkan ponsel 5G pertama pada tahun depan. Amon mengatakan, keberadaan smartphone 5G akan "membuat pondasi" sehingga ke depan, 5G akan bsia digunakan oleh berbagai perangkat, mulai dari mobil hingga "semua perangkat listrik."

Qualcomm yakin 5G akan memiliki dampak besar karena kawasan negara maju, seperti Amerika Utara, Eropa, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Australia menunjukkan ketertarikan untuk membangun jaringan 5G pada tahun 2019 atau 2020.



"Ada komitmen dari para operator untuk menyediakan 5G ke beberapa kota di beberapa pasar," kata Amon. Untuk masalah teknologi yang digunakan, 5G akan menggunakan teknologi Millimeter Wave (mmWave) dan sub-6.

Keempat operator besar di Amerika Serikat telah mulai menguji jaringan 5G di beberapa kota dan masih akan terus memperluas jangkauan generasi baru ini pada tahun depan.

Sementara beberapa operator di Eropa, seperti EE di Inggris dan Swisscom dari Swiss akan menyediakan jaringan 5G di beberapa kota pada 2019.

Di Tiongkok, operator tengah mempersiapkan jaringan 5G pra-komersialisasi pada tahun depan dan peluncuran 5G komersil pada 2020. Sama seperti Tiongkok, NTT DoCoMo dari Jepang akan menyediakan 5G pre-komersialisasi pada 2019 dan meluncurkan jaringan 5G komersil pada 2020.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.