Microsoft Ungkap Fitur Baru untuk OneDrive dan Office

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 09 Nov 2018 11:02 WIB
microsoft
Microsoft Ungkap Fitur Baru untuk OneDrive dan Office
Microsoft mengumumkan fitur baru untuk aplikasi versi Android dan iOS dari OneDrive dan Office.

Jakarta: Microsoft mengumumkan fitur baru akan segera hadir pada aplikasi OneDrive dan Office versi Android dan iOS.

Sebagian besar fitur baru ini tersedia untuk aplikasi versi masing-masing sistem operasi, namun beberapa di antaranya secara khusus dirilis untuk aplikasi versi Android atau iOS.

Aplikasi Word, Excel dan PowerPoint di platform Android dan iOS kini akan menggunakan fitur percakapan dan berbagi serupa. Fitur baru yang akan tersedia di kedua platform mobile ini akan memungkinkan pengguna untuk berbagi dokumen dengan rekan dan kolega dengan lebih mudah.

Sementara itu, aplikasi OneDrive juga akan menerima fungsionalitas Mobile Capture baru, memungkinkan pengguna Android dan iOS untuk memindai dokumen, papan tulis, gambar dari lapangan, serta mengunjungi situs via aplikasi.

Fungsionalitas ini juga berbekal opsi untuk menambahkan metadata khusus ke berbagai hal yang dapat dipindai pengguna dengan aplikasi mobile OneDrive.

Baik gambar dan metadata akan ditambahkan ke sejumlah perpustakaan terpilih secara bersamaan. Fitur lain yang dihadirkan Microsoft adalah pesan baru yang akan segera meminta pengguna OneDrive untuk berbagi hasil pindaian dengan individu undangan rapat.

Fitur berbagi catatan rapat ini memanfaatkan dukungan Microsoft Graph, yang menghubungkan file, hasil pindaian, rapat dan sebagainya. Pengguna aplikasi OneDrive akan dapat menikmati fitur baru baik di platform Android dan iOS pada bulan November ini.

Sebelumnya, Microsoft memperkenalkan cara baru untuk melakukan pencarian tanpa perlu meninggalkan aplikasi keyboard yang telah diakusisinya pada bulan Februari 2016 lalu, yaitu Swiftkey. Versi beta terbaru dari aplikasi untuk perangkat Android ini dibekali dengan tombol Bing khusus.

Microsoft juga menjadi perusahaan paling berharga kedua di Amerika Serikat, terlihat dari laporan keuangan yang terbaru menyebut perusahaan berbasis di Redmond, Washington, Amerika Serikat ini kini bernilai sebesar USD823 miliar (Rp12,6 triliun), lebih tinggi dari kapitalisasi pasar Amazon sebesar USD805 miliar (Rp12,2 triliun).


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.