Apple Pakai Google Cloud untuk Layanan iCloud

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 27 Feb 2018 12:45 WIB
apple
Apple Pakai Google Cloud untuk Layanan iCloud
Apple mengonfirmasi penggunaan Google Cloud Platform pada layanan iCloud.

Jakarta: Apple mengonfirmasi bahwa perusahaannya menggunakan cloud publik milik Google untuk menyimpan data layanan iCloud pada versi terbaru iOS Security Guide pada bulan lalu. Laporan terkait penggunaan layanan cloud Google ini sempat muncul pada tahun 2016 lalu.

Sayangnya, laporan yang beredar dua tahun lalu tersebut tidak pernah mendapatkan konfirmasi dari Apple. Apple sebelumnya menggunakan sistem penyimpanan data jarak jauh yang ditawarkan oleh Amazon Web Services dan Microsoft Azure.

Sementara itu, Apple iOS Security Guide edisi Maret 2017 masih terdaftar pada layanan Microsoft Azure dan bukan di Google Cloud Platform.

Edisi baru tersebut menggambarkan layanan iCloud-nya sebagai sejumlah file terenkripsi yang tersimpan, tanpa informasi identifikasi pengguna, menggunakan layanan penyimpanan pihak ketiga, seperti (Amazon) S3 dan Google Cloud Platform.

Laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci keputusan Apple menggunakan layanan cloud milik Google selain untuk berbagi foto dan video, atau terkait tanggal dimulainya peralihan layanan penyimpanan untuk iCloud tersebut.

Sebelumya dalam laporan terbarunya, analis kenamaan KGI Securities Ming-Chi Kuo mengungkap bahwa Apple tengah melakukan pembaruan pada AirPods. Apple juga dilaporkan tengah mengembangkan merek headphone over-the-ear berkualitas tinggi.

Apple juga akan menyimpan data akun iCloud pengguna asal Tiongkok di pusat data lokal mulai 28 Februari mendatang. Selain data akun iCloud, Apple juga akan menyimpan kunci cryptography yang dibutuhkan untuk membuka enkripsi akun.

Selain itu, Apple juga berencana untuk meluncurkan AirPods baru secara rutin, sama seperti iPhone. Informasi yang beredar menyebut bahwa tim yang juga bertanggung jawab atas HomePod sudah mulai mengembangkan setidaknya dua versi baru dari AirPods. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.