Perlambat Performa iPhone Lama, Apple Hadapi Tuntutan Kriminal di Prancis

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 10 Jan 2018 16:45 WIB
appleiphone
Perlambat Performa iPhone Lama, Apple Hadapi Tuntutan Kriminal di Prancis
Apple akan diselidiki oleh Prancis terkait pengakuan mereka memperlambat iPhone model lama. (Kena Betancur / Getty Images / AFP)

Jakarta: Jaksa penuntut di Prancis telah membuka penyelidikan terkait tuduhan pada Apple yang menyatakan bahwa mereka sengaja membuat memperlambat iPhone lama agar pengguna menggantinya dengan yang baru.

Di bawah hukum Prancis, sengaja membuat umur sebuah produk menjadi lebih singkat agar konsumen menggantinya adalah tindakan kriminal. 

Pada bulan Desember, Apple mengaku bahwa iPhone lama sengaja dibuat menjadi lambat melalui update software. Namun, Apple menyebutkan alasan mereka melakukan ini adalah karena performa baterai iPhone tua yang tidak lagi memadai.

Menurut laporan BBC, investigasi di Prancis ini akan dipimpin oleh badan perlindungan konsumen di bawah Kementerian Ekonomi. Badan tersebut akan meneruskan protes yang dimasukkan oleh grup pro-konsumen HOP (Stop Planned Obsolescence).

HOP berkata, Prancis adalah negara ketiga yang menyelidiki Apple setelah Israel dan Amerika Serikat. Namun, Prancis adalah satu-satunya negara yang melayangkan tuduhan kriminal. Salah satu hukuman yang mungkin diberikan pada Apple jika terbukti bersalah adalah denda sebesar lima persen dari total pendapatan satu tahun atau bahkan hukuman penjara. 

Badan pro-konsumen itu menuduh bahwa Apple sengaja memperlambat performa iPhone lama melalui update software dan secara sengaja membuat perlambatan itu terjadi menjelang peluncuran iPhone baru, iPhone 8. 

"Perlambatan performa iPhone lama tampaknya sengaja disesuaikan dengan tujuan untuk mendorong konsumen Apple untuk membeli model terbaru," kata badan tersebut.

Sebelum ini, HOP juga telah memasukkan protes legal pada manufaktur printer Epson, Canon, HP dan Brother atas tuduhan sengaja menurunkan kualitas cartridge printer agar tidak awet. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.