Ketagihan Main Game Mobile, Perempuan Ini jadi Buta

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 08 Oct 2017 11:00 WIB
games
Ketagihan Main Game Mobile, Perempuan Ini jadi Buta
Bermain game di smartphone kini sangat populer

Metrotvnews.com: Bermain game di smartphone bisa menjadi hiburan di saat jenuh atau menunggu sesuatu tapi jika sudah sampai ketagihan maka pemainnya bisa lupa waktu. Gawatnya, tanpa sadar pemain membuat penglihatan mereka terus bekerja tanpa istirahat dan bisa berakibat fatal.

Dilaporkan oleh Channel News Asia, seorang perempuan di Tiongkok di suatu sore menemukan penglihatannya mulai berkurangm dan dalam waktu singkat menjadi gelap total. Perempuan berusia 21 tahun itu langsung dibawa ke rumah sakit. Dokter menyebutkan dia kehilangan penglihatannya akibat oklusi arteri retina, yaitu saraf pada mata sudah sangat tegang dan tidak menerima pasokan darah yang cukup.

Meskipun tragis, perempuan dengan nama samaran Wu Xiaojing yang berasal dari Guangdong ini masih beruntung, sebab kondisi tersebut dialami oleh mata kanannya saja. Dokter yang memeriksanya menyebutkan, kondisi penyakit tersebut sangat jarang terjadi pada anak muda. Biasanya ini terjadi karena faktor umur sehingga biasa dialami pada lansia.

“Pada hari libur, saya biasa bangun jam 6 pagi lalu bermain game hingga jam makan siang dan lanjut lagi hingga jam 2 pagi. Itu saya lakukan terus menerus ketika libur. Saya bahkan bisa lupa makan dan ke kamar mandi kalau sudah bermain,” ungkap Wu yang mengaku ketagihan game Honour of Kings.

Wu menyebutkan, tiap kali ditegur oleh orang tuanya, dia akan selalu menjawab bahwa ini game terakhirnya. Namun, seperti biasa, dia akan main game tersebut hingga larut malam.

Honour of Kings sendiri merupakan game buatan perusahaan teknologi raksasa Tiongkok, Tencent. Game tersebut masuk dalam jajaran game paling digemari di negara itu. Data yang diperoleh menyebutkan bahwa ada 200 juta orang yang memainkan game itu. Versi globalnya sendiri mengusung nama Arena of Valor.

Kehebohan game Honours of Kings sendiri bukan hal baru. Beberapa waktu lalu, banyak anak-anak di Tiongkok yang rela mengeluarkan uang hanya untuk membeli identitas palsu demi. Ini dilakukan karena Tencent membuat batasan umur untuk game Honour of Kings.

Tencent membuat aturan ketat bahwa untuk anak di bawah usia 12 tahun hanya boleh memainkan game ini sebelum jam 9 malam, dan usia 12-18 tahun hanya diperbolehkan masih selama dua jam dalam sehari.





(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.