SMS Oto Respon I2S, Cara Sekolah Deteksi Penyimpangan Siswa

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 09 Nov 2017 13:53 WIB
teknologi
SMS Oto Respon I2S, Cara Sekolah Deteksi Penyimpangan Siswa
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Surabaya: Banyak cara yang dilakukan pihak sekolah untuk mendidik maupun mengawasi siswa tanpa dibarengi dengan kekerasan. Di zaman yang serba modern, pihak sekolah memanfaatkan "SMS oto Respon" sebagai alat komunikasi interaktif antara sekolah dengan orang tua.

Seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah Unggulan Ibnu Husain yang bertempat di Surabaya. Sekolah swasta yang berbasis Islam tersebut lebih banyak memunculkan inovasi. Salah satunya memanfaaatkan kecanggihan Tekhnologi Informasi dalam melakukan pengawasan terhadap anak didik.

Perlu diketahui, di MTs Ibnu Husain merupakan kawasan padat penduduk, kumuh dan terbelakang. Mayoritas penduduknya berekonomi lemah serta berpendidikan rendah (tamatan SD). Namun dukungan para tokoh sekitar, menjadikan pendidikan sebagai solusi utama untuk merubah moralitas anak. 

Kepala Sekolah MTs U Ibnu Husain, H. Djailani mengungkapkan banyak cara yang bisa dilakukan pihak sekolah untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Seperti bolos sekolah, tawuran antar pelajar, perkelahian antar siswa, hingga kekerasan terhadap anak didik.

"Guru sudah tidak perlu repot-repot atau sampai buang-buang tenaga untuk memberi efek jera terhadap anak didik. Karena kita sudah menerapkan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh siswa," jelasnya.

Bahkan, saat ini pihak sekolah intens melakukan pengawasan anak didik dengan didukung peran orangtua. Seperti SMS Oto Respon I2S ini. Menurutnya, adanya media penghubung antara orangtua dan guru mampu memberikan pengawasan lebih setiap terjadinya penyimpangan pada siswa.

"Dengan aplikasi itu, masing-masing murid akan terdeteksi oleh komputer (server). Misal, dari rumah berangkat, tapi enggak sampai ke sekolah (bolos). Maka, tepat pukul 9 orangtua akan menerima sama dari system' tersebut secara otomatis. Bahkan orangtua bisa bertanya banyak hal, nanti komputer yang menjawab," terangnya.

Bagaimana caranya? orangtua hanya menuliskan nomor induk siswa (spasi) nilai UH (ujian harian). Dari sana akan muncul nilai ujian harian siswa. Begitu juga untuk mengetahui kedisiplinan siswa. Orangtua cukup ketik nomor induk (spasi) Poin.

"Sedangkan untuk mengetahui tunggakan sekolah, orangtua hanya ketik nomor induk (spasi) tag.  Aplikasi ini sangat efektif dan membantu. Karena bagaimana pun juga pencegahan lebih baik dari sekadar arahan biasa," tandasnya. 

Salah satu guru di MTs Ibnu Husain, Khozin menambahkan SMS oto Respon I2S mampu menangani masalah siswa di sekolah. Aplikasi ini mampu merespons secara cepat permasalahan yang terjadi. Sehingga tidak berakibat fatal.

"Dalam menyikapi permasalahan siswa disekolah, kami juga memberlakukan Surat Peringatan (SP) online. Setiap bulan, wali murid mendapatkan laporan terkait perkembangan anak. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa di check sewaktu-waktu jika dibutuhkan," terangnya.

Lebih lanjut, di Innovative Islamic School (I2S) Ibnu Husain, sekolah menggunakan sangsi poin pelanggaran bagi siswa. Masing-masing pelanggaran memiliki poin tersendiri, misal datang terlambat 5 point, point tersebut akan terus bertambah jika siswa kerap melakukan pelanggaran.

"Jika point' itu melebih angka 100 dalam setahun, maka bisa jadi siswa tersebut tidak akan naik kelas," singkatnya.

Saat ini, di sekolah tersebut ada sekitar 325 siswa mulai dari kelas VII hingga IX dengan jumlah total guru sebanyak 24. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.