Di Asia Pasifik, Indeks Kepercayaan Digital Indonesia Paling Rendah

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 09 Nov 2017 15:32 WIB
teknologicyber security
Di Asia Pasifik, Indeks Kepercayaan Digital Indonesia Paling Rendah
Experian dan IDC memberikan nilai Indeks Kepercayaan Digital sebagai bagian dari laporan Fraud Management Insight 2017.

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak terjadi penipuan di Asia Pasifik. Hal ini terlihat dari rendahnya nilai Indeks Kepercayaan Digital dalam laporan Fraud Management Insights 2017 yang dibuat oleh Experian dan IDC.

Dari 10 pasar yang disurvei, Indonesia memiliki tingkat kepercayaan paling rendah, yaitu 1,8 dari nilai total 10. Selandia Baru ada di posisi teratas dengan tingkat kepercayaan 4,2, disusul oleh Jepang dengan nilai 4,1. 

Rendahnya nilai Indeks Kepercayaan Digital menunjukkan rendahnya kepercayaan pelanggan atas organisasi yang menyediakan layanan digital. Indeks Kepercayaan Digital yang dibuat oleh Experian dan IDC didasarkan pada 4 kriteria yaitu tingkat adopsi digital, preferensi industri, tingkat penipuan dan kemampuan perusahaan terkait manajemen penipuan.

Untuk menentukan indeks tersebut, Experian dan IDC melakukan survei ini pada 3.200 konsumen dan lebih dari 80 organisasi jasa keuangan, telekomunikasi dan sektor ritel, termasuk e-commerce yang memiliki pendapatan setidaknya USD10 juta. 

Dari ketiga sektor yang disurvei, jasa keuangan mendapatkan nilai tertinggi, yaitu 4,9 sementara sektor telekomunikasi justru berada di nomor terakhir dengan skor 2,1.

Menariknya, perusahaan merasa bahwa mereka telah memberikan layanan dan pengalaman yang baik untuk mengatasi penipuan. Namun, sudut pandang konsumen ternyata berbeda. 

Tabel daftar Indeks Kepercayaan Digital untuk 10 negara di Asia Pasifik.

Warga negara berkembang seperti Singapura dan Hong Kong diharapkan akan dapat memiliki kepercayaan tinggi. Nilai kedua negara tersebut justru tidak terlalu tinggi karena rendahnya tingkat toleransi konsumen akan penipuan. Selain itu, mereka merasa, cara perusahaan untuk menangani korban penipuan tidak memuaskan.

Sebaliknya, di Indonesia, meski penipuan lebih sering terjadi, toleransi masyarakatnya lebih tinggi. Satu hal yang pasti, tingginya tingkat penipuan dan buruknya penanganan setelah terjadi penipuan merupakan hambatan utama dalam membangun kepercayaan pelanggan. 

"Kepercayaan merupakan hal yang penting dalam dunia digital baru ini dan sementara Indonesia serta wilayah sekitar terus melakukan digitalisasi, sangat penting bagi organisasi-organisasi yang ada untuk menjaga tingkat kepercayaan konsumen pada penawaran digital mereka," kata Dev Dhiman, Managing Director, Asia Tenggara dan Negara Berkembang, Experian Asia Pasifik. 

"Alasannya karena konsumen tidak akan menggunakan layanan yang tidak terpercaya," katanya. "Nilai Indeks Kepercayaan Digital yang relatif rendah di Indonesia mengindikasikan bahwa adanya perbedaan antara bagaimana bisnis berpikir bahwa mereka tengah mengelola transaksi digital rentan penipuan dengan pengalaman konsumen yang sebenarnya terjadi ketika penipuan."


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

1 day Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /