Perluas Infrastruktur, Huawei Bekali Ilmu TIK ke Mahasiswa Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 27 Nov 2017 21:46 WIB
huaweicorporate
Perluas Infrastruktur, Huawei Bekali Ilmu TIK ke Mahasiswa Indonesia
Director ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi memberikan penjelasan tentang teknologi yang dikembangkan Huawei di Customer Solution Innovation & Integration Experience Center (CSIC) Huawei, Jakarta.

Jakarta: Membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia tidak hanya membutuhkan fasilitas dengan perangkat canggih, tapi juga sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mengembangkannya.

Setelah melakukan serangkaian tur SmarteGen untuk membagikan ilmu tentang TIK ke beberapa kampus di Indonesia, kini Huawei mengajak 45 mahasiswa dari beberapa kampus tersebut untuk belajar langsung dengan para ahli dari Huawei di Customer Solution Innovation & Integration Experience Center (CSIC) Huawei di Jakarta.

Pada 24 November 2017 kemarin Huawei mengundang 45 mahasiswa dari UI, UNPAD ITB, dan Universitas Telkom untuk belajar tentang teknologi jaringan terkini yang sedang dikembangkan Huawei. Mereka diberikan pemahaman tentang penting ketersediaan akses jaringan di daerah pelosok Indonesia.

“Penyediaan akses jaringan ke daerah pedesaan merupakan salah satu rencana strategis Indonesia untuk meningkatkan penetrasi akses internet kepada masyarakat di seluruh Tanah Air, sehingga layanan mobile broadband dapat dirasakan secara merata manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujar Director ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi.

Di kesempatan terpisah, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Muhammad Dimyati berterimakasih atas kontirbusi Huawei. Dia menilai Huawei tidak hanya membangun infrastruktur yang berkesinambungan tapi juga di sisi sumber daya manusia. 

Tahun ini program SmartGen Huawei yang diprakarsa oleh Huawei telah berhasil melakukan rangkaian acara yang diklaim memiliki dampak positif yang sangat besar bagi sumber daya manusia Indonesia di bidang IT.

Huawei telah bekerjasama dengan 7 univeristas terkemuka di Indonesia (UI, ITB, UGM, ITS, Tel U, UNPAD, dan UNDIP) untuk 7 program Tech Day, 3 program Huawei Experience Day, program pelatihan global Seeds for the Future, serta program magang dan rekrutmen kepada lebih dari 2.000 mahasiswa.

"Berdasarkan pengalaman dan portofolio kami di lebih dari 170 negara dan melayani lebih dari sepertiga penduduk dunia, kami yakin bahwa hanya dengan infrastruktur TIK yang kuat dan sumber daya manusia yang mumpuni maka potensi TIK di masa depan akan sangat luas dan besar dampaknya," jelas Director of Public Affairs and Communications Huawei Indonesia Selina Wen.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.