Qualcomm Dominasi Pasar Prosesor di Q3 2017

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 02 Jan 2018 16:52 WIB
qualcomm
Qualcomm Dominasi Pasar Prosesor di Q3 2017
Prosesor pada smartphone menentukan kekuatan atau kecanggihan dari smartphone tersebut.

Jakarta: Berdasarkan laporan firma riset Counterpoint, Qualcomm kembali mendominasi pasar prosesor untuk Q3 tahun 2017. Dalam hasil riset yang dirilis pada akhir bulan Desember 2017, disebutkan pasar prosesor smartphone mencapai USD8 miliar atau Rp108 triliun.

Qualcom mendominasi market share pasar prosesor smartphone dengan persentase 42 persen, lebih tinggi 1 persen dibandingkan Q3 2016. Keberhasilan Qualcomm oleh pengamat di Counterpoint disebut karena merek tersebut mampu menyediakan jajaran produk yang cukup lengkap.



"Qualcomm diuntungkan karena adopsi dari prosesor kelas menengah ke kelas tinggi terjadi terutama di merek smartphone asal Tiongkok. Pengiriman unit produk Qualcomm ikut melonjak," ungkap Counterpoint Research Analyst Shobhit Srivastava.

Pergeseran tersebut bukan menjadi satu-satunya faktor utama yang mendorong produsen prosesor seperti Qualcomm menguasai pasar, tapi juga faktor teknologi yang dibawa oleh prosesor tersebut seiring perkembangan dan tren teknologi saat ini.

"Fokus dari prosesor smartphone telah beralih dari jumlah inti prosesor yang dibenamkan di dalamnya melainkan lebih berfokus ke teknologi yang membuat smartphone tersebut bisa mengadopsi teknologi terbaru yang sedang tren atau akan segera dirilis," jelas Counterpoint Research Director Neil Shah.

Dia mengambil contoh, teknologi untuk membuat smartphone merasakan teknologi AR (augmented reality) dan VR (virtual reality), mendukung AI atau kecerdasan buatan, berjalan di jaringan 5G saat 5G sudah bisa digunakan, dan mendukung kinerja perangkat yang lebih baik tapi dengan konsumsi daya yang lebih rendah.

Di sisi lain kehadiran teknologi AI untuk smartphone juga membuka persaingan antara produsen prosesor dengan vendor smartphone. Beberapa vendor smartphone memilih untuk menciptakan AI sendiri. 

Misalnya Apple, Huawei, dan Samsung yang kini mulai memproduksi prosesor untuk smartphone mereka sendiri. Jadi posisi produsen prosesor seperti Qualcomm, MediaTek, Spreadtrum, dan lain-lain.

Di Q3 2017, Apple memperoleh market share 20 persen, turun 1 persen dibandingkan Q3 2016. Selanjutnya di belakang Apple ada MediaTek 14 persen, turun dari 18 persen di Q3 2016.

Samsung dan HiSilicon milik Huawei justru di Q3 2017 mengalami peningkatan. Samsung menguasai 11 persen market share dibandingkan Q3 2016 yang hanya 8 persen. HiSilicon Huawei naik menjadi 8 persen dari 6 persen di Q3 2016.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.