Gandeng Vendor Laptop dan Prosesor, Qualcomm Siap Hajar Intel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 06 Dec 2017 17:37 WIB
qualcomm
Gandeng Vendor Laptop dan Prosesor, Qualcomm Siap Hajar Intel
Pengujian prosesor Qualcomm Snapdragon 835 yang berhasil dipergunakan untuk menjalankan sistem operasi Windows 10 di smartphone pada ajang Computex 2017 di Taiwan beberapa bulan lalu.

Jakarta: Qualcomm selama ini dikenal sebagai penyedia prosesor beserta komponen untuk otak dari perangkat smartphone. Kini Qualcomm sipa merambah ke bisnis komponen laptop yang artinya akan menjadi kompetitor berat bagi Intel.

Kiprah Intel di industri komponen dan prosesor untuk smartphone mungkin tidak sesukses Qualcomm tapi Intel sewajarnya mulai cemas dengan pesainganya sebab Qualcomm baru saja mengumumkan kerjasama untuk membawa prosesor mereka untuk bisa digunakan pada laptop.

Beberapa bulan lalu Qualcomm mengumumkan bahwa prosesor dari lini tercanggih mereka yakni Snapdragon 835 mampu dipakai untuk menjalankan sistem operasi Windows 10. Dalam acara Snapdragon Technology Summit yang digelar 5 Desember 2017 di Hawaii, Amerika Serikat, Qualcomm mengumumkan kelanjutan kerja sama tersebut.

Berdasarkan rilis yang dibagikan, tidak hanya Microsoft yang menjalin kerja sama tapi HP, Asus, dan AMD mengimplementasikan teknologi tadi ke produk mereka. ASUS NovaGo merupakan laptop convertible 2-in-1 yang ditenagai dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 835.

Lalu kerja sama serupa juga dilakukan antara Qualcomm dan HP. HP memperkenalkan Envy X2 dengan prosesor yang sama.

Apa kecanggihan dari inovasi Qualcomm kali ini? Snapdragon 835 memiliki kemampuan yang canggih sehingga bisa menjalankan sebuah komputer, tidak hanya smartphone.

Konsumsi daya baterainya juga diklaim jauh lebih hemat dengan menggunakan prosesor tersebut dan koneksi internet laptop tersebut bisa mengandalkan jaringan seluler layaknya smartphone dengan kualitas lebih baik.

Informasi yang dibagikan menyebutkan bahwa Qualcomm Snapdragon 835 juga akan dibenamkan ke prosesor Ryzen AMD yang beberapa waktu lalu berhasil membuat Intel panik. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.