Review: Sony Xperia Z3, Teman Asyik di Segala Musim

Insaf Albert Tarigan    •    Jumat, 09 Jan 2015 11:29 WIB
review gadget
Review: Sony Xperia Z3, Teman Asyik di Segala Musim

Metrotvnews.com: Saya sudah akan mudik akhir tahun ke Solo, Jawa Tengah, saat pertama kali memegang Sony Xperia Z3, Desember tahun lalu. Itu artinya, saya akan lebih banyak menggunakan ponsel ini untuk liburan, bukan bekerja sebagaimana biasanya. Alih-alih menjejali Anda dengan informasi teknis tentang spesifikasi dan tetek-bengek lain, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman menggunakannya saja.
 

Desain


Licin, itu kesan pertama saya saat memegang Sony Xperia Z3. Anda boleh menyalahkan telapak tangan saya yang bukan tipe lembab dan lebih sering kering. Kedua, bergerigi. Tombol Shutter, Volume dan Power yang berjejalan di bagian kanan membuatnya tak enak digenggam. Ketiga, tukang jambak. Salahkan rambut pendek saya yang sering nyelonong ke slot microSD dan nano SIM di bagian kanan, juga slot micro USB di sebelah kiri.

Namun, seperti peribahasa "Alah bisa karena biasa", lama-lama saya mulai terbiasa juga dengan ponsel ini. Saat menelepon, saya mengatur posisinya sedemikian rupa sehingga rambut saya tak terjepit. Saat menggenggam dengan tangan kanan, saya berusaha selonggar mungkin agar tak mengaktifkan kamera melalui tombol Shutter secara tak sengaja. Sebab, pada hari pertama memegangnya, saya kerap tak sengaja mengaktifkan kamera.

Meski kadang menjepit rambut, saya sebenarnya menyukai desain slot nano SIM Xperia Z3 karena kita bisa membukanya dengan kuku, tak perlu alat tambahan, seperti pada iPhone atau ponsel premium lainnya.

Dalam perjalanan dengan kereta api yang memakan waktu selama 8 jam, saya kadang-kadang menyimpan Xperia Z3 di saku celana. Rasanya sudah lebih nyaman dibanding Xperia Z yang terasa lebih kaku. Hal ini wajar, sebab keempat sudut Xperia Z3 sudah lebih melengkung dan halus.

Jika Anda akan membeli Xperia Z3, saya sarankan untuk melindungi kaca di bagian belakang karena mudah tergores yang tentu akan mengurangi keindahannya.
 

Software & Antarmuka

Antarmuka Sony Xperia Z3 masih sama dengan pendahulunya. Mudah dimengerti, ringan dan perpindahan antar menu berjalan lancar selama pengujian.



Saya suka bolak-balik membuka aplikasi Facebook, Twitter, Path, Flipboard, Metrotvnews, Google Play Newsstand, Chrome, dan sesekali bermain Asphalt 8. Semuanya lancar tanpa pernah sekalipun lag saat kembali ke layar beranda. Kalaupun ada masalah, hanya berupa crash pada apps, terutama Path.



Saya juga membawa ponsel ini jalan-jalan ke pantai Baron di Gunung Kidul saat sinar matahari sedang terik. Tak ada kesulitan berarti karena layarnya bisa bersinar terang secara otomatis. Artinya, tak perlu menutup dengan tangan  agar bisa melihat menu-menunya.

Saat sedang leyeh-leyeh sendiri di rumah, saya membuka YouTube dan menekan volume sampai batas atas. Volume yang keluar dari dua speaker Xperia Z3 di bagian depan sungguh menyenangkan. Desainnya mengingatkan saya pada speaker HTC One M8.

Jika bosan, saya kembali balapan Asphalt 8 dengan meningkatkan suara raungan mesin sampai mentok, dan mengurangi musik sampai 40 persen. Suara berisiknya memberi sensasi tersendiri. Tentu saja, permainan bisa berlangsung sangat lancar, dengan pengaturan gambar High.

Jika Anda gamer pengguna PlayStation 4, Xperia Z3 adalah teman yang sangat asyik. Sebab, Anda bisa memainkan semua game PlayStation 4 secara streaming. Syaratnya, keduanya terhubung melalui jaringan WiFi yang sama. Agar bisa bermain dengan nyaman di layar kecil, Sony merekomendasikan pengguna untuk menggunakan controller resmi DualShock.

Artinya, Anda tak perlu berebut televisi dengan orang di rumah jika hendak bermain PlayStation karena layarnya bisa Anda ganti dengan smartphone saja.
 

Kamera & Video

Liburan tentu terasa hampa dan kurang lengkap tanpa foto-foto. Karena itu, selama pengujian, kamera adalah menu yang paling sering saya gunakan.



Dari sekian banyak fitur kamera di Xperia Z3, saya paling sering memakai Otomatis Superior, AR Seru, Thimeshift Burst, Motion Shot, Sapuan Panorama dan Time Lapse.



Saat bersenang-senang dengan AR Seru di pantai Baron, Xperia Z3 menjadi sangat panas dan kerap keluar peringatan bahwa aplikasi akan otomatis berhenti untuk mengurangi panas.



Seperti mesin kendaraan bermotor, kita harus rela menunggu beberapa menit untuk mendinginkan perangkat. Kabar baiknya, Xperia Z3 sudah kedap air dan debu, sehingga kalau tidak sabar, Anda bisa mendinginkannya dengan mencelupkannya ke dalam air. Saat di pantai, saya menyiram bodinya dengan air mineral dingin lalu kembali mengaktifkan mode AR Seru.



Ke pantai tentu tak lengkap tanpa nyebur ke laut, dan itulah yang saya lakukan. Lalu dengan enteng memegang Xperia Z3 untuk menjepret beberapa foto, meski tangan dalam keadaan basah. Saya sengaja tak mencelupkannya ke dalam air laut karena ia tak dirancang untuk hal demikian.



Di dalam atau di luar ruangan, saya cukup puas dengan kualitas foto yang dihasilkan kamera utama Xperia Z3. Namun, hasil kamera depannya agak mengecewakan, seperti Anda lihat di bawah ini.



Demikian juga hasil videonya. Saya sempat menguji fitur video 4K ponsel ini, dan hasilnya cukup memuaskan, demikian juga dengan time lapse (cek di sini). Untuk membuktikannya, Anda memang sebaiknya mencobanya sendiri agar terasa lebih nyata.
 

Baterai & Performa

Saat berangkat dari rumah menuju Stasiun Senen, kondisi baterai Xperia Z3 saya isi sampai 100 persen. Saat kereta berangkat pukul 17.30, saya hampir tak pernah berhenti mengoperasikan ponsel ini untuk mengusir kebosanan, seperti juga penumpang lainnya. Pukul 22.00 saya ngantuk dan tertidur sampai pukul 23.18, lalu terjaga sampai 01.30 dini hari sambil mengutak-atik Xperia Z3. Hasilnya, sesudah 6 jam kemudian, sisa baterainya hanya 8 persen.

Saya sengaja tak menyambungkannya dengan power bank, tetapi mengaktifkan mode super hemat dari Manajemen Daya. Dengan mode ini, Xperia Z3 mematikan semua aplikasi, dan membuatnya seolah-olah adalah feature phone dengan menu sangat terbatas.

Menu semacam ini ternyata menyelamatkan saya karena masih bisa mengabarkan melalui SMS kepada saudara agar dia menjemput saya di Stasiun Solo Jebres.

Sebagai pembanding, dan tak melulu berdasarkan pengalaman saya, Anda dapat melihat hasil pengujian benchmark Sony Xperia Z3 di bawah ini. Seperti biasa, kami hanya menggunakan dua aplikasi terpercaya dari Futuremark, yaitu 3DMark untuk menguji grafis, dan PCMark for Android untuk menguji performa penggunaan perangkat sehari-hari.






 

Kesimpulan

Saya hampir lupa menceritakan bahwa saya sempat mengajak Sony Xperia Z3 berenang di Jakarta. Saya katakan mengajak karena memang betul-betul menggenggam ponsel ini sembari berenang selama 45 menit. Anda bisa bayangkan, ia terhempas berkali-kali saat saya mengayunkan tangan. Saya juga menjatuhkannya ke dasar kolam dengan kedalaman 1,5 meter selama beberapa detik.

Meski dilengkapi tombol Shutter, memotret dengan Xperia Z3 di dalam air bukan perkara mudah. Sebab, jika Anda mengaktifkan kamera sesaat sebelum menyelam, Anda tak akan bisa memotret karena tekanan air ke layar sentuh akan mengaktifkan banyak menu secara acak. Air yang masuk ke dalam jack audio juga membuat Xperia Z3 salah menerjemahkannya sebagai colokan headset. Air keruh jika bisa membuat lensa buram seperti di bawah ini.

Saya sempat berandai-andai, kalau saja Sony membuat fitur untuk mematikan fungsi layar sentuh, pasti memotret di dalam air akan tambah mudah (update: mereka memang menyediakan TouchBlock, terima kasih buat masukan pembaca). Cara termudah untuk memotret di dalam air adalah dengan mengandalkan tombol Shutter fisik yang terletak di bagian kanan.

Ketika menyelam, biarkan layar perangkat dalam keadaan terkunci. Saat sudah melihat momen yang tepat, tekan dan tahan tombol shutter untuk mengaktifkan kamera lalu jepret. Hasilnya akan tampak seperti di bawah ini.

Kesimpulan saya, Xperia Z3 adalah teman asyik di segala musim di Indonesia, termasuk musim hujan di Desember sampai Januari ini. Saya beberapa kali kehujanan ketika mengendarai sepeda motor dan menyimpan ponsel ini di saku.

Jika sebelumnya saya harus menepi untuk menyimpan ponsel di tempat aman, dengan Xperia Z3, kita bisa menerobos hujan tanpa khawatir merusaknya. Jika kita lihat pesaingnya, smartphone kelas premium lain yang beredar di Indonesia, sepertinya Xperia Z3 dan para pendahulunya tak punya saingan dalam hal daya kedap air dan debu.



Kalau Anda seorang profesional sekaligus petualang, ini adalah ponsel tepat untuk Anda.


(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.