iCIO Community Ingin Pemerintah dan Telegram Duduk Bersama

Riandanu Madi Utomo    •    Sabtu, 22 Jul 2017 10:41 WIB
teknologitelegram
iCIO Community Ingin Pemerintah dan Telegram Duduk Bersama
Bukti konten terkait terorisme dan radikalisme yang diunggah via Telegram menurut Kominfo. (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perkumpulan Chief Information Officer Indonesia (iCIO Community) baru saja merilis tanggapan terhadap keputusan pemerintah dalam memblokir aplikasi Telegram.

Dalam pernyataannya, iCIO Community mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Telegram duduk bersama dan mencari jalan keluar terbaik yang sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa mengorbankan kepentingan para pengguna layanan Telegram di Indonesia.

iCIO Community menyatakan mendukung dan mendorong penuh pemerintah untuk secara tegas menegakkan aturan yang berlaku kepada semua pelaku bisnis yang memberikan layanan dan beroperasi di Indonesia secara konsisten. Selain itu iCIO Community juga mengapresiasi respon cepat manajemen Telegram dalam merespon langkah pemerintah dengan harapan kepentingan para pengguna layanan Telegram tidak terganggu.

"iCIO Community mendorong Kominfo dan Telegram untuk sesegera mungkin duduk bersama dan menemukan win-win solution yang sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia," ujar Dino Bramanto, Koordinator Divisi Advokasi iCIO Community.

Win-win solution, lanjut Dino, tidak semata untuk memenuhi kepentingan bisnis Telegram dan para pengguna layanannya di Indonesia, namun pada akhirnya juga untuk menjaga reputasi Indonesia dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku bisnis lainnya.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 14 Juli 2017 pekan lalu memutuskan untuk memblokir layanan platform media sosial Telegram, khususnya yang berbasis web. Pemblokiran tersebut kemungkinan diperluas pada layanan berbasis aplikasi jika Telegram tidak mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah terkait penyebarluasan konten terkait terorisme.

Telegram sendiri merupakan platform pengirim pesan yang diklaim menjamin kerahasiaan dan keamanan terbaik sehingga hampir tidak mungkin diretas oleh pihak ketiga. Selain itu layanan Telegram juga menawarkan fitur-fitur yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan komunikasi baik rahasia maupun terbuka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.