Permudah Integrasi, F5 Networks Tawarkan Layanan Multi-Cloud

Mohammad Mamduh    •    Senin, 19 Jun 2017 13:39 WIB
f5 networkscorporate
Permudah Integrasi, F5 Networks Tawarkan Layanan Multi-Cloud
Ilustrasi: ChannelBiz

Metrotvnews.com, Jakarta: F5 Networks mengumumkan tersedianya layanan aplikasi untuk lingkungan multi-cloud perusahaan. Kehadiran layanan ini mendukung riset terbaru yang belum lama mereka rilis.

Laporan F5 berjudul 2017 State of Application Delivery menunjukkan bahwa saat para pelanggan semakin banyak beralih ke infrastruktur cloud, banyak yang secara sadar memilih untuk berinvestasi di berbagai teknologi cloud.

Sekitar 80 persen responden survei melaporkan komitmennya di arsitektur multi-cloud, dan 20 persen menyatakan akan memiliki lebih dari setengah aplikasi yang berjalan di public cloud dan private cloud pada tahun ini.

Dalam upayanya memanfaatkan lingkungan multi-cloud, banyak rintangan tak terduga yang sering muncul. Penerapan aplikasi di platform multi-cloud menciptakan tantangan tersendiri dalam mengelola layanan aplikasi. Kebijakan keamanan yang tidak konsisten menciptakan risiko terhadap kepatuhan (compliance risk), dan beragamnya arsitektur cloud memberi tekanan lebih pada kesenjangan kemampuan IT, dan mengurangi nilai manfaat cloud itu sendiri.

"Pelanggan semakin banyak memilih penyebaran aplikasi di multiple cloud, baik di public dan private, fasilitas pusat data (colocation), serta di data center sendiri," kata Sangeeta Ananda, SVP of Product Management and Product Marketing F5. 

"Namun, mereka sendiri masih bergelut dengan perbedaan pengembangan lingkungan aplikasi, tool sets, dan orchestration technology. Meski cloud menyediakan layanan untuk aplikasi, cloud lebih sering dijalankan dengan cara yang kurang portabel, spesifik pada kasus, atau memberikan perlindungan yang kurang memadai."

Dalam keterangan resminya, F5 Networks mengklaim layanan yang mereka miliki bisa terintegrasi dengan laynaan lain. Contohnya, BIG-IP Virtual Edition di Google Cloud, yang memberikan konsumen berbagai pilihan untuk platform cloud. Penawaran lisensi yang tersedia mulai dari 25 Mbps hingga 5 Gbps.

Ada juga pengaturan standar otomatis solusi cloud yang terintegrasi dengan Amazon Web Services, Azure, dan Google yang diklaim dapat mengurangi kompleksitas penerapan layanan F5 untuk aplikasi di public cloud


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.