Malware Anyar Android Incar Gamer Pokemon Go

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 27 Apr 2017 09:10 WIB
androidgooglecyber securitypokemon go
Malware Anyar Android Incar Gamer Pokemon Go
Ilustrasi. (WCCFtech)

Metrotvnews.com: Ada kemungkinan sekitar 2 juta perangkat Android terinfeksi sebuah malware baru yang menyamar sebagai panduan palsu untuk game-game populer di Play Store.

Malware yang disebut FalseGuide botnet ini telah ditemukan di lebih dari 40 aplikasi walkthrough untuk game populer seperti Pokemon Go dan FIFA Mobile, menurut para ahli keamanan di CheckPoint. Sebagian dari aplikasi yang mengandung malware ini telah diunduh sebanyak sekitar 50 ribu sampai 100 ribu kali.

"FalseGuide membuat botnet yang tidak diketahui di perangkat yang terinfeksi untuk menjalankan adware. Botnet adalah sekelompok perangkat yang dikendalikan oleh hacker tanpa pengetahuan sang pengguna. Bot biasanya digunakan untuk berbagai kepentingan, sesuai dengan kemampuan komputasi perangkat," ujar CheckPoint.

Salah satu cara pengguna Android melindungi diri mereka dari malware ini adalah dengan memeriksa informasi yang diminta oleh aplikasi sebelum mengunduhnya. Biasanya, aplikasi jahat akan meminta izin administrator dari sebuah perangkat, yang sebaiknya tidak Anda berikan pada aplikasi apapun. Setelah izin itu diberikan, aplikasi tersebut tidak bisa dihapus. 

"Tergantung tujuan hacker, modul-modul ini bisa mengandung kode jahat yang ditujukan untuk mengakses root perangkat, melakukan serangan DDoS atau bahkan menembus jaringan privat," ujar Checkpoint pada IB Times. Setelah perusahaan itu memberitahu Google, aplikasi yang mengandung malware itu dihapus dari Play Store. Namun, aplikasi-aplikasi baru terus bermunculan. 

Trusted Reviews menyarankan agar Anda hanya mengunduh walkthrough dari developer yang dikenal dan mendapatkan review yang baik. Selain itu, sebaiknya Anda tidak mengunduh aplikasi yang meminta Anda untuk memberikan izin administrator pada perangkat Anda.

"Mobile botnet merupakan tren yang tengah tumbuh sejak tahun lalu. Ia menjadi semakin canggih dan jangkauannya semakin luas," tulis Checkpoint dalam sebuah artikel blog. "Jenis malware ini bisa masuk ke Google Play karena komponen pertamanya yang memang tidak jahat, yang baru akan mengunduh malware."

"Pengguna seharusnya tidak menggantungkan diri pada toko aplikasi untuk melindungi mereka dan mengimplementasikan metode keamanan ekstra pada perangkat mobile mereka, sama seperti yang mereka lakukan pada PC."


(MMI)

Video /