British Telecom Ikut Terjun di Industri Cloud Indonesia

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 22 Nov 2016 22:59 WIB
teknologi
British Telecom Ikut Terjun di Industri Cloud Indonesia
British Telecom bakal bangun infrastruktur private cloud di Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: British Telecom (BT), DCI Indonesia dan Equinix hari ini mengumumkan kerja sama mereka untuk menyediakan infrastruktur private cloud di Indonesia.

Layanan private cloud BT diharapkan bisa mendukung transformasi digital berbagai perusahaan yang ada di Indonesia, termasuk meluncurkan layanan baru dengan lebih cepat, melakukan mitigasi risiko, mengurangi biaya dan fokus pada pertumbuhan bisnis.
    
Peran DCI Indonesia kali ini adlaah sebagai penyedia data center, sementara Equinix berperan dalam layanan interkoneksi. Melalui kolaborasi ini, BT juga menjadi penyedia layanan IT dan jaringan global pertama yang menawarkan infrastruktur private cloud di Indonesia. 
    
Layanan private cloud BT hadir dengan menggunakan platform BT Private Compute. Platform tersebut diklaim dapat membantu perusahaan untuk menjalankan berbagai kebutuhannya, mulai dari jaringan, penyimpanan data hingga komputasi dan keamanan, tanpa perlu berinvestasi untuk membangun infrastruktur cloud mereka sendiri.
    
"Indonesia merupakan pasar yang agresif bagi BT, dimana permintaan akan private cloud dan layanan data center tumbuh dengan cepat di banyak sektor, terutama pada sektor Keuangan, Energi, dan Telekomunikasi," ujar Managing Director BT untuk Asia Tenggara, Ron Totton.

"Solusi ini akan membantu pelanggan BT untuk lebih kompetitif di Indonesia dan di dunia."

Tahun lalu, BT mendapatkan izin Siskomdat yang memungkinkan mereka untuk menghadirkan layanan IT berjaringan dan aplikasi kepada pelanggan di Indonesia secara langsung. BT sendiri beroperasi di Asia Pasifik sejak tahun 1985.

Hong Kong menjadi markas regional untuk operasional BT di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika. BT kini mendukung lebih dari 1,000 pelanggan perusahaan dari 26 kantor di seluruh wilayah.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.