Beban Galaxy S8 untuk Pulihkan Reputasi Samsung

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 12 Oct 2016 18:35 WIB
samsung
Beban Galaxy S8 untuk Pulihkan Reputasi Samsung
Nama baik Samsung kini bergantung pada Galaxy S8. (AP Photo / Ahn Young-joon)

Metrotvnews.com: Samsung dikenal karena desain komponennya. Karena itu, bukan masalah pada desain komponen yang membuat Galaxy Note 7 menjadi rentan terbakar, setidaknya begitulah menurut mantan CEO Apple, John Sculley.

"Samsung adalah salah satu desainer komponen terbaik di dunia," kata Sculley seperti yang dikutip dari CNBC. "Menurut saya, masalahnya ada di produksi."

Samsung tidak memberikan klarifikasi saat diminta untuk menjelaskan proses pembuatan baterainya.

Namun, mengingat baterai Galaxy Note 7 tertanam di dalam bodinya, desain baterai mungkin harus diubah demi mengatasi masalah manufaktur yang muncul, kata Sculley. Dalam skala sebesar Galaxy Note 7, masalah ini bisa memerlukan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki.

"Saya rasa, masa ini adalah masalah yang sangat serius -- mungki lebih serius dari yang orang-orang katakan," kata Sculley.

Keputusan Samsung untuk mengakhiri Galaxy Note 7 berarti Samsung tidak hanya harus berurusan dengan biaya penarikan ulang dan menghancurkan jutaan perangkat, tapi juga membangun kembali reputasi merek mereka. Tugas ini akan jatuh ke Galaxy S8.

Menurut Fortune, divisi mobile Samsung harus jujur dengan dirinya sendiri. Kegagalan Galaxy Note 7 tidak hanya ada pada proses desain tapi juga cek kualitas, baik pada Galaxy Note 7 yang pertama meluncur dan perangkat pengganti yang diluncurkan setelahnya.

Pihak Samsung harus memeriksa kembali bagaimana mereka menanggapi saat muncul laporan terbakarnya Galaxy Note 7 yang pertama, bagaimana rencana penggantian dilakukan dan mengapa unit pengganti ternyata masih bermasalah.

Selain itu, tim yang bertanggung jawab atas smartphone flagship Samsung berikutnya, yang diduga akan dinamai Galaxy S8, juga akan mendapatkan tekanan.

Sejak awal, mereka sudah dituntut untuk dapat memberikan smartphone dengan performa yang dapat menyaingi iPhone 7 dan cukup canggih untuk tidak kalah dari iPhone 8. Dan sekarang, keberlangsungan divisi mobile Samsung ada di pundak mereka.

Samsung tidak lagi bisa membuat kesalahan pada Galaxy S8, yang diduga akan diluncurkan pada awal bulan Februari 2017, sebelum Mobile World Congress tahun depan. Smartphone itu tidak hanya harus dapat tampil menonjol, tapi juga dapat memberikan semua hal yang Samsung janjikan akan berikan dengan Note 7.

Galaxy S8 harus inovatif, baik dalam desain dan fitur. Ia harus cukup menarik bagi para konsumen sehingga mereka tertarik membeli, memaksa para kritikus agar tidak mengaitkannya dengan Note 7 dan menunjukkan kepada pengamat bahwa Samsung masih dapat mempertahankan dominasinya di pasar smartphone.

Satu hal yang pasti, Galaxy S8 tidak boleh terbakar.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.