Peneliti Buat Lem Super untuk Tutup Luka

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 09 Oct 2017 14:08 WIB
teknologi
Peneliti Buat Lem Super untuk Tutup Luka
Ilustrasi. (University of Sydney)

Metrotvnews.com: Untuk menutup luka, biasanya dokter menggunakan jahitan atau stapler. Namun, kedua metode ini tidak bisa menutup luka secara sempurna. Belum lagi jika bagian yang terluka adalah organ dalam, hal ini akan membuat dokter kesulitan untuk menangani luka. 

Para peneliti telah menemukan material penutup baru yang dapat memudahkan dokter untuk menutup luka pada pasien. Penelitian ini dipublikasikan di Science Translational Medicine, seperti yang disebutkan oleh Engadget.  

"Material penutup luka operasi yang baik harus punya beberapa karakteristik: ia harus elastis, lengket, tidak beracun dan kompatibel dengan tubuh," kata Nasim Annabi, penulis dari studi tersebut dan juga peneliti di Northeastern University melalui sebuah pernyataan resmi.

"Kebanyakan material penutup yang ada sekarang punya satu atau dua karakteristik ini, tapi tidak semuanya. Kami mencoba untuk membuat material yang memiliki semua karakteristik tersebut."

Produk yang para peneliti sebut MeTro ini kompatibel dengan tubuh manusia karena ia dibuat menggunakan protein yang serupa dengan elastin pada manusia.

Para peneliti juga bisa mengubah tingkat elastisitas material MeTro dengan mengubah konsentrasi dari protein di dalamnya. Tidak hanya itu, MeTro dapat menutup hanya dalam waktu 60 detik dengan bantuan cahaya ultraviolet.

MeTro diuji pada tikus. Para peneliti menggunakannya untuk menutup luka pada arteri dan luka di paru-paru. Selain itu, ia juga sukses digunakan untuk menutup luka pada paru-paru babi, bahkan ketika paru-paru mengembang dan mengempis. Tahap berikutnya yang harus peneliti lakukan adalah mencoba menggunakannya pada manusia. 

"Potensi penggunaan dari material ini beragam, mulai dari menangani luka dalam pada keadaan darurat seperti kecelakaan mobil dan zona perang sampai meningkatkan kualitas proses pembedahan di rumah sakit," kata Anthony Weiss, seorang peneliti di University of Sydney dan penulis studi ini. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.