Facebook Minta Maaf Atas Skandal Cambridge Analytica via Koran

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 26 Mar 2018 09:17 WIB
facebookcyber security
Facebook Minta Maaf Atas Skandal Cambridge Analytica via Koran
Facebook diterpa skandal Cambridge Analytica

Jakarta: Facebook tidak hanya memanfaatkan televisi untuk meminta maaf atas kegagalan mereka dalam mencegah pengumpulan data pengguna secara ilegal oleh Cambridge Analytica.

Media sosial tersebut juga menggunakan iklan dalam satu halaman penuh di koran ternama di Amerika Serikat dan Inggris, seperti New York Times, Wall Street Journal, Washington Post, Sunday Telegraph dan Sunday Times

Dalam setiap iklan, terdapat pesan dari pendiri dan CEO Mark Zuckerberg yang menyebutkan bahwa dia meminta maaf karena Facebook tidak berusaha lebih keras ketika mereka tahu bahwa Cambridge Analytica telah mengumpulkan data dari lebih dari 50 juta orang tanpa izin, lapor Engadget

Melalui permintaan maaf tersebut, Facebook juga menjelaskan bahwa mereka telah mengubah regulasi tentang pengaturan data mereka dan mereka akan meninjau "setiap aplikasi" yang memiliki akses ke data pengguna dalam jumlah besar.

Jika mereka menemukan pihak yang mengumpulkan data pelanggan secara ilegal, maka mereka akan "memblokir aplikasinya dan memberitahukan semua orang yang datanya tercuri."

Namun, dalam iklan itu, Facebook tidak membahas Cambridge Analytica atau bagaimana data yang mereka ambil digunakan untuk kampanye Donald Trump pada pemilu presiden AS pada 2016. 

Iklan ini merupakan langkah yang tidak biasa oleh Facebook. Ini juga membuktikan bahwa skandal Cambridge Analytica ini sangat berbahaya bagi media sosial raksasa tersebut.

Skandal itu tidak hanya membuat Facebook diselidiki dan dituntut, masalah ini juga membuat para pengguna Facebook menghapus akun mereka. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.