Situs Pemerintah Inggris dan AS Terjangkit Malware Uang Kripto

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 12 Feb 2018 09:47 WIB
cyber security
Situs Pemerintah Inggris dan AS Terjangkit Malware Uang Kripto
Kegiatan crypto-mining mulai dimanfaatkan ole penjahat siber dengan membajak situs atau komputer milik orang lain.

Jakarta: Ribuan situs milik pemerintah Inggris dan Amerika Serikat dilaporkan terkena serangan malware dalam jangka waktu beberapa jam hari ini.

Malware yang menyerang tersebut diketahui sebagai crypto-mining atau malware yang diam-diam memanfaatkan situs untuk menambang mata uang kripto.  Dilaporkan ada 4.200 situs yang diketahui terjangkit.

Malware tersebut menyerang dengan membajak sebuah software yang tertanam di peramban internet. Software bernama BrowseAloud buatan Texthelp yang berfungsi untuk membacakan teks ke pengakses internet yang memiliki masalah penglihatan.

Untuk jenis software crypto-mining yang digunakan dalam malware tersebut dideteksi bahwa penjahat siber menggunakan software Coinhive yang biasa digunakan untuk menambang mata uang kripto jenis Monero.

Hal ini pertama kali diketahui oleh beberapa konsultan keamanan siber di Inggris yang menyebtkan beberapa situs penting milik pemerintah terdeteksi berisi malware crypto-mining.

Untuk saat ini, pihak Texthelp sudah menonaktifkan plug-in di BrowseAloud untuk proses investigasi lebih lanjut. Namun, mereka dan pihak pemerintahan belum mau memberikan tanggapan atas celah keamanan yang ada pada situs mereka.

Akibat tren uang kripto belakangan, kegiatan crypto-mining mulai kerap dilakukan oleh penjahat siber sebagai cara mendapatkan uang namun dengan cara ilegal. Penjahat siber diam-diam memanfaatkan situs atau komputer yang diserang sebagai alat menambang uang kripto.

Akibatnya setiap pengunjung situs maupun komputer yang terhubung dengan sebuah situs terancam ikut menjadi korban crypto-mining. Tanpa disadari perangkat mereka bekerja lebih keras dari seharusnya dan membuat usia perangkat lebih pendek.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.