Kartografer: Google Maps Lebih Akurat dari Apple Maps

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 22 Dec 2017 10:11 WIB
applegoogle
Kartografer: Google Maps Lebih Akurat dari Apple Maps
Seorang kartografer menyebut Google Maps lebih akurat jika dibandingkan dengan Apple Maps.

Jakarta: Penelitian mendalam yang dilakukan kartografer Justin O'Beirne menyebut bahwa pemetaan yang dihadirkan oleh Google Maps lebih akurat jika dibandingkan Apple Maps. Hal tersebut dinilai O'Beirne tergolong wajar, mengingat jam terbang Google yang lebih lama.

Google telah menghadirkan aplikasi peta dan menghimpun data pemetaan sejak enam tahun lebih awal jika dibandingkan dengan Apple Maps. Meskipun demikian, Apple masih terus memperbaiki pemetaan pada aplikasi peta miliknya, kini lebih baik dibandingkan awal kemunculannya.

Perbedaan antara kedua aplikasi peta yang ditemukan O'Brien terdapat pada tingkat kedetilan yang ditampilkan. Google Maps tidak hanya  lebih akurat menampilkan bagian dari gedung di suatu wilayah, tapi juga lebih unggul terkait cakupan wilayah terpencil.

Google memanfaatkan gambar satelit dan menggunakan mobil miliknya yang secara konstan berkeliling rute di seluruh dunia guna menyediakan data update untuk fitur Street View, sedangkan Apple lebih mengandalkan data pihak ketiga seperti TomTom.

Baru-baru ini, Apple juga mulai merilis peta dalam ruangan, meski dinilai belum dapat menandingi kemampuan serupa yang disuguhkan oleh Google Maps. Sebelumnya, bersamaan dengan perilisan Android Oreo Go Edition, Google menghadirkan versi berbobot ringan untuk sejumlah aplikasinya, termasuk Maps Go.

Google Maps Go telah tersedia dengan dukungan lebih dari 70 bahasa dan fitur mendalam serta peta akurat di 200 negara dan wilayah, serta informasi mendetil untuk lebih dari 100 juta lokasi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Google terus berupaya untuk memerangi berita palsu, salah satunya dengan tidak menampilkan situs berita yang berbohong terkait dengan negara asalnya. Upaya tersebut diwujudkan melalui perubahan peraturan di Google News.

Pada versi bar peraturan Google News tersebut, Google melarang situs-situs yang "menutupi atau memberikan informasi menyesatkan tentang negara asalnya" atau situs yang ditujukan untuk orang-orang di negara lain "dengan penjelasan yang menyesatkan."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.