Facebook Mulai Pasang WhatsApp Bisnis Hanya di Android

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 20 Jan 2018 16:11 WIB
facebookwhatsapp
Facebook Mulai Pasang WhatsApp Bisnis Hanya di Android
WhatsApp Business resmi meluncur, meski baru tersedia untuk perangkat bersistem operasi Android.

Jakarta: Tim di belakang aplikasi pesan instan populer WhatsApp mengungkapkan rencananya untuk meluncurkan akun bisnis pada tahun lalu, memberikan pengguna akses ke fitur spesifik. Kini aplikasi khusus bernama WhatsApp Business ini resmi meluncur dan tersedia di Google Play Store.

Aplikasi ini ditawarkan untuk dapat diunduh secara gratis, namun baru tersedia di wilayah tertentu. WhatsApp Business baru akan tersedia di sejumlah negara seperti Indonesia, Italia, Meksiko, Inggris, dan Amerika Serikat.

Namun, WhatsApp mengklaim aplikasi ini akan digulirkan ke lebih banyak pasar dalam beberapa minggu mendatang. WhatsApp Business merupakan versi serupa dengan aplikasi WhatsApp reguler, dilengkapi berbagai fitur spesifik seperti opsi untuk menciptakan profil bisnis.

Opsi tersebut memungkinkan pengguna untuk menerima informasi bermanfaat seperti deskripsi dan email bisnis, atau alamat toko dan situs. WhatsApp Business juga dibekali dengan fitur bernama Messaging Tools.

Fitur ini termasuk opsi seperti membalas cepat, pesan sambutan, dan pesan penanda tengah pergi. Messaging Statistics, WhatApp Web dan Account Type merupakan sejumlah fitur lain yang mendukung aplikasi khusus ini, namun tidak tersedia di aplikasi reguler.

Sayangnya hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait dengan ketersediaan versi bisnis ini untuk aplikasi versi iOS. Namun WhatsApp diperkirakan akan meluncurkan versi iOS tersebut di masa mendatang.

Sebelumnya, WhatsApp dilaporkan tengah menguji fitur baru yang bertujuan membatasi penyebaran pesan hoaks berantai. Fitur ini akan memperingatkan pengguna bahwa pesan-pesan tertentu telah "dikirimkan berulang kali".

Peringatan ini, yang akan ditunjukkan pada pengirim dan penerima, tidak menyatakan apakah sebuah pesan merupakan hoaks atau bukan. Namun, notifikasi itu akan menjadi pengingat pada pengguna bahwa pesan yang mereka terima atau akan kirimkan belum tentu benar. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.