Sukses di 2017, AMD Siap Hadapi Persaingan 2018

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 05 Dec 2017 22:11 WIB
amd
Sukses di 2017, AMD Siap Hadapi Persaingan 2018
Prosesor AMD Ryzen 7 1800X (MTVN/DANU)

Jakarta: Tahun 2017 boleh dikatakan merupakan salah satu tahun terbaik bagi AMD sejak satu dekade terakhir. Berbagai lini bisnisnya mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, salah satunya adalah lini bisnis prosesor konsumen yang dipicu oleh peluncuran seri prosesor Ryzen.

Prosesor tersebut diklaim berhasil menghadirkan disrupsi dan membuat AMD meraih pangsa pasar baru di lini prosesor konsumen.

"Ryzen merupakan produk perdana kami yang berada di pangsa pasar lebih dari Rp2 juta. Sebelumnya kami tidak memiliki produk prosesor apapun di pangsa pasar tersebut. Berkat Ryzen kini kami mendapatkan penguasaan pasar yang cukup besar di pangsa pasar tersebut," ujar Channel Sales Director AMD untuk wilayah Asia Tenggara Ryan Sim.

Sim juga megatakan AMD telah berhasil membuat disrupsi di pasar prosesor konsumen kelas menengah atas melalui Ryzen. Salah satu disrupsinya adalah kehadiran Ryzen 7 yang merupakan prosesor 8 core pertama untuk kelas konsumen mainstream.

Sebelumnya, prosesor yang memiliki 8 core hanya bisa didapatkan di produk kelas HEDT (High-End Desktop).



Meski demikian, Sim mengakui Ryzen 7 bukanlah produk terlarisnya di pasar Asia Tenggara. Ryzen 5 1600 dan 1600X yang menggunakan konfigurasi 6 core 12 thread adalah produk yang paling laris. Ini berbeda dengan pasar Korea Selatan dan Jepang yang dikatakan Sim memiliki penjualan Ryzen 7 yang lebih tinggi.

"Kami berhasil menjual ribuan unit prosesor Ryzen per minggu di seluruh dunia," lanjut Sim. "Namun, di Asia Tenggara Ryzen 5 yang memiliki 6 core adalah produk paling laris."

Lini Kartu Grafis

Seperti yang telah diketahui, AMD juga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang komputasi grafis.

Melalui anak perusahaannya yaitu Radeon Technologies Group, AMD berhasil merilis berbagai kartu grafis yang cukup revolusioner seperti RX 480 yang merupakan kartu grafis VR paling murah, hingga RX Vega yang menggunakan teknologi memori HBM2.

Meski demikian, produk kartu grafis Radeon pamornya tidak setinggi Ryzen yang memang bisa dikatakan sebagai pukulan telak bagi Intel di pasar prosesor konsumen. Selain itu, jajaran produk kartu grafis Radeon juga sudah habis untuk tahun ini. Sim juga memastikan tidak ada lagi produk kartu grafis baru dari AMD untuk tahun 2017.



Bagaimana dengan tahun 2018? AMD memang dikabarkan sedang mempersiapkan kartu grafis baru berbasiskan GPU Navi yang rumornya jugga bakal menggunakan memori GDDR6. Sayangnya, Sim tidak mau berkomentar mengenai hal tersebut.

AMD 2018

Tahun 2018 mendatang AMD dikatakan bakal tampil "lebih besar". Entah apa maksudnya, namun Sim memastikan akan ada banyak hal menarik yang bakal dihadirkan AMD di tahun 2018 mendatang. Sekali lagi Sim tidak menjelaskan apa saja hal menarik yang akan dihadirkan oleh AMD tahun depan, namun kami sudah memiliki beberapa rumor.

Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah keberadaan prosesor Pinnacle Ridge yang dikatakan bakal menjadi penerus Ryzen. Sejauh ini informasi yang diketahui adalah Pinnacle Ridge akan mengunakan arsitektur 12nm, lebih baik dari prosesor Ryzen yang ada saat ini yang masih menggunakan arsitektur 14nm.

Sim juga belum mau berkomentar soal Pinnacle Ridge, tetapi ia memastikan pengguna motherboard AM4 saat ini masih bisa menggunakan prosesor baru AMD ke depannya karena soket yang digunakan masih sama. Yang jelas, saat ini kita hanya bisa menunggu kejutan apa yang bakal dihadirkan AMD tahun depan.


(MMI)