Setelah Pakai Linux 10 Tahun, Munich akan Gunakan Windows 10

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 25 Nov 2017 13:22 WIB
windows 10
Setelah Pakai Linux 10 Tahun, Munich akan Gunakan Windows 10
Munich akan mulai menggunakan Windows 10 untuk menggunakan Linux. (Wikipedia)

Jakarta: Munich, kota di Jerman yang sempat dikenal sebagai pelopor sistem operasi open-source, kini memutuskan untuk kembali menggunakan Windows. 

Windwos 10 akan digunakan pada sekitar 29 ribu PC di dewan kota. Keputusan ini adalah perubahan besar untuk pemerintah setempat, yang telah menggunakan Linux selama lebih dari 10 tahun.

Penggunaan Windows 10 ini akan dimulai pada 2020 dan diperkirakan akan selesai pada akhir 2022 atau awal 2023. Menurut laporan ZDNet, ongkos penggunaan Windows 10 ini diperkirakan mencapai EUR50 juta (Rp806 miliar). 

Munich dulu pernah dilihat sebagai jagoan dari software open-source. Kota tersebut mendapatkan reputasi itu setelah pada 2003, pemerintahnya memutuskan untuk menggunakan desktop berbasis Linux, yang kemudian dikenal dengan nama LiMux, dan software open-source lainnya.

Walikota Munich, Dieter Reiter berkata, mereka memutuskan untuk kembali menggunakan Windows 10 karena mereka ingin menyederhanakan manajemen komputer pemerintah. Dengan menggunakan Windows 10, dia berkata, dewan kota tidak perlu lagi menggunakan dua sistem operasi secara bersamaan.

Memang, selama ini, meski sebagian komputer di Munich menggunakan LiMux, ada sebagian kecil komputer yang menggunakan Windows. Alasannya adalah untuk menggunakan aplikasi yang tidak kompatibel dengan Linux.

"Kami selalu menggunakan sistem gabungan dan kami punya kesempatan untuk menggunakan satu sistem saja. Menggunakan dua sistem operasi itu sama sekali tidak ekonomis," kata Dieter dalam pertemuan dengan anggota dewan.

Selain menyederhanakan sistem komputer, Reiter berkata, keputusan untuk kembali menggunakan Windows diambil untuk meningkatkan performa TI Munich, yang dianggap tidak memuaskan. 

"Saya bukan ahli TI. Tapi apa yang saya rasakan juga dirasakan oleh 5 ribu pekerja yang juga tidak puas dengan sistem yang ada saat ini," ujarnya. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.