Dianggap Dukung Penjual Barang Palsu, Amazon Dikritik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 05 Mar 2018 15:21 WIB
amazone-commerce
Dianggap Dukung Penjual Barang Palsu, Amazon Dikritik
Amazon dituduh mendukung penjual barang palsu. (AFP PHOTO / LEON NEAL)

Jakarta: Pendiri Elevation Lab, Casey Hopkins menuduh Amazon membantu pihak menjual barang palsu dalam sebuah blog post. Elevation Lab adalah sebuah perusahaan kecil yang membuat headphone stand, The Anchor. Mereka menjual produk tersebut melalui Amazon. Produk itu terbukti disukai banyak orang. 

Namun, tiba-tiba ada pihak lain yang meniru produk tersebut dan menjualnya dengan harga yang lebih murah dengan nama yang sama. Alhasil, penjualan Elevation Lab turun, tercuri oleh pihak peniru. Hopkins menyebutkan, hal ini tidak hanya terjadi pada perusahaannya.

"Penjual palsu saat ini, Suiningdonghanjiaju Co Ltd, telah berjualan selama lima hari dan mendapatkan semua pembeli potensial kami," tulis Hopkins.

Seolah itu tidak cukup buruk, dia berkata, Elevation telah membayar Amazon untuk mengiklan produk yang telah mereka kembangkan dan kirimkan ke konsumen. Hopkins menyebutkan, Suiningdonghanjiaju menjual barang tiruan palsu dengan kualitas buruk. 


(Foto: Elevation Lab)

Sekarang, Amazon telah menghapus Suiningdonghanjiaju dari situsnya. Kepada CNET, Hopkins berkata, Amazon telah menyisir situsnya dan memburu para penjual palsu sebanyak lima kali dalam waktu beberapa minggu belakangan.

Namun, para penjual palsu biasanya kembali dengan nama yang berbeda satu minggu kemudian. Sementara itu, dia berkata, Amazon memerlukan waktu lima hari untuk menghapuskan para penjual barang palsu. 

Sebelum Hopkins membuat protes, Amazon memang telah sadar akan adanya masalah penjual barang palsu dan berusaha untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka pernah menuntut pihak yang menjual barang palsu. Mereka juga telah membuat Brand Registry yang berisi daftar logo dan properti intelektual perusahaan. 

Tahun lalu, Vice President of Amazon Marketplace, Peter Faricy, berkata pada Reuters bahwa daftar itu memungkinkan Amazon untuk menghapuskan barang-barang palsu dari situsnya.

Sementara Hopkins merasa, Amazon bisa melawan para penjual barang palsu dengan mudah tapi mereka tidak melakukan itu. 

"Kami dengan tegas melarang penjualan produk palsu dan menanamkan investasi besar -- baik dalam bentuk uang ataupun energi -- untuk memastikan peraturan kami terkait hal itu dipatuhi," tulis Amazon sebagai jawaban atas protes Hopkins. 

"Kami bekerja sama dengan vendor, penjual dan pemegang hak cipta untuk memperkuat perlindungan atas merek mereka di Amazon. Semua pemegang merek dapat mendaftarkan merek mereka di layanan Brand Registry untuk mengatur dan melindungi dan properti intelektual mereka di Amazon."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.