Celah WhatsApp Bikin Orang Bisa Masuk Grup Diam-Diam?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 11 Jan 2018 15:19 WIB
whatsappcyber security
Celah WhatsApp Bikin Orang Bisa Masuk Grup Diam-Diam?
Peneliti temukan cara untuk masuk ke grup chat WhatsApp diam-diam. (AP Photo/Patrick Sison)

Jakarta: Para ahli kriptografi dari Jerman menemukan cara untuk masuk ke dalam grup chat WhatsApp diam-diam, meskipun WhatsApp telah menggunakan enkripsi end-to-end.

Para peneliti mengumumkan penemuan mereka dalam konferensi keamanan Real World Crypto di Swiss, lapor Wired. Siapapun yang bisa mengakses server WhatsApp akan bisa memasukkan orang baru ke dalam grup chat tanpa memerlukan izin dari administrator.

Setelah orang baru tersebut masuk, ponsel dari masing-masing anggota grup akan secara otomatis mengirimkan kunci rahasia ke orang tersebut, memberikan mereka akses ke semua pesan di masa depan, meski orang tersebut tetap tidak bisa melihat pesan yang telah terkirim. Sang anggota baru akan terlihat seolah-olah mendapatkan izin dari sang administrator, lapor The Verge

"Grup chat tidak lagi menjadi rahasia begitu anggota baru yang tak diundang bisa menerima dan membaca pesan-pesan baru," kata Paul Rösler, salah satu peneliti.

Dalam laporannya, para peneliti menyarankan agar orang-orang yang sangat menjaga privasinya menggunakan aplikasi Signal atau tidak menggunakan grup chat di WhatsApp dan hanya mengirimkan pesan secara pribadi. 

Sekilas, kelemahan ini terlihat memiliki potensi menimbulkan masalah besar. Namun, mendapatkan akses ke server WhatsApp -- yang ada di bawah Facebook -- bukanlah perkara gampang. Server WhatsApp hanya bisa diakses oleh para staf, pemerintah yang mendapatkan akses dan hacker kelas atas. 

Chief Security Officer Facebook, Alex Stamos menjawab hal ini melalui Twitter. "Baru saja membaca artikel dari Wired tentang WhatsApp -- judul yang mengerikan! Tapi tidak ada cara rahasia untuk masuk ke grup chat WhatsApp."

Stamos menyebutkan, ada banyak cara untuk memeriksa dan melakukan verifikasi atas identitas anggota grup chat. Dia merasa, karena semua anggota grup bisa melihat siapa yang bergabung, mereka akan tahu jika ada orang baru yang hendak menguping.

Selain itu, WhatsApp juga harus mempertimbangkan perubahan yang terjadi jika mereka berusaha untuk menghilangkan kelemahan ini. Menurut Stamos, jika WhatsApp merombak aplikasi mereka untuk menyelesaikan masalah ini, aplikasi chatting itu akan menjadi lebih sulit untuk digunakan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.