Demi Internet Merata, Pemerintah Ingin Punya Satelit Multifungsi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 27 Dec 2017 16:44 WIB
kominfosatelitinternet
Demi Internet Merata, Pemerintah Ingin Punya Satelit Multifungsi
Ilustrasi. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia akan kesulitan memenuhi tuntutan akan layanan broadband hanya berbasis kabel.

Karena itu, pemerintah ingin menggunakan satelit untuk menyediakan layanan broadband di daerah-daerah terpencil yang tidak menguntungkan secara bisnis.

Sebagai langkah pertama untuk menyediakan satelit tersebut, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan Pre-Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Satelit Multifungsi Pemerintah. 

BPKM mengundang sekitar 100 peserta, termasuk investor yang bekerja di bidang terkait, seperti perusahaan VSAT, perusahaan satelit, operator telekomunikasi, lembaga keuangan dan konsultan terkait.

Proyek yang memiliki nilai sebesar Rp7,7 triliun ini memiliki masa konsesi selama 15 tahun. Sementara pengembalian investasi akan berasal dari pembayaran ketersediaan layanan dengan pemerintah sebagai penjamin. 

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Tamba Parulian Hutapea mengatakan, kegiatan Pre-Market Sounding merupakan kegiatan BKPM untuk menawarkan proyek yang masuk dalam skema KPBU.

“Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan informasi pada calon investor tentang keberadaan proyek, tetapi juga sekaligus untuk mendapatkan masukan dari calon investor terhadap model investasi yang ditawarkan untuk selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan Prastudi Kelayakan yang sedang disusun,” katanya. 

Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, maka kebutuhan akan layanan broadband tidak bisa dipenuhi menggunakan kabel fiber optik saja.

Satelit pemerintah ini diharapkah akan dapat menyediakan layanan digital untuk berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, kepolisian, pertahanan dan keamanan juga pemerintahan dalam negeri.

Di bawah ini adalah skema sasaran pemanfaatan satelit. 




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.