Santri Juga Bisa Bikin Robot

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 02 Oct 2017 15:09 WIB
teknologi
Santri Juga Bisa Bikin Robot
Santri Mambaus Solihin, Blitar, menciptakan robot yang sudah berhasil memperoleh prestasi di ajang kompetisi robotik internasional

Metrotvnews.com, Blitar: Tinggal di pesantren kerap dianggap sebagai tempat untuk belajar tentang ilmu agama saja. Kenyataannya tidak begitu, bagi salah satu pesantren yang ada di Blitar, Jawa Timur. Seiring dengan perkembangan, santri juga mempelajari ilmu teknologi, salah satunya robotik.

Beberapa santri di Pesantren Mambaus Solihin di desa Sumber Kabupaten Blitar misalnya, mereka berhasil menciptakan robot yang bisa bermain dan menggiring bola, serta robot pintar yang bisa berjalan mengikuti garis yang ada di hadapannya.

Menariknya semua robot tersebut awalnya berasal dari perangkat elektronik yang tidak dipakai kemudian dirakit dan dimodifikasi sehingga bisa menjadi robot.



"Untuk merakitnya sebetulnya tidak sulit, tetapi yang paling lama itu programming. Supaya bisa melakukan berbagai macam hal jadi ada proses programming lama dan harus pas," ungkap santri pembuat robot, Muhammad Gymnastiar.

Pada robot yang bisa menggiring bola dikendalikan dengan dua metode, pertama dengan kabel dan satu nirkabel. Berbeda lagi dengan robot line follower, dengan pintar robot ini bisa melaju mengkuti garis dengan sangat akurat. Santri dari pesantren ini juga sudah mengikuti dua kejuaraan robot internasional dan berhasil membawa piala.

"Di Singapura dan di Malaysia. Di Malaysia awal Januari lalu kita dapat juara pertama di International Robotic Training Competition di Islamic Center Johor, Malaysia," ungkap Muhammad. Rencananya tahun ini mereka juga akan ikut mewakili Indonesia di ajang kompetisi robot di Jepang.

Prestasi para santri ini membuktikan bahwa kemampuan generasi muda Indonesia tidak kalah dibandingkan negara lain. Ketertarikan mereka terhadap teknologi robotik yang terdengar rumit juga sudah ada sejak usia masih sangat muda.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.