Samsung Patenkan Layar Gulung Pakai Sensor Sidik Jari

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 02 Jan 2018 14:43 WIB
samsung
Samsung Patenkan Layar Gulung Pakai Sensor Sidik Jari
Samsung mendaftarkan paten layar dengan desain dapat digulung.

Jakarta: Tahun 2018 disebut akan menjadi tahun kemunculan smartphone dengan desain lipat. Samsung menjadi salah satu produsen yang telah bersiap untuk meluncurkan produk dengan desain tersebut.

Namun, mengusung tren smartphone berdesain lipat tidak cukup untuk Samsung. Sebab perusahaan asal Korea Selatan tersebut dilaporkan tengah mempersiapkan produk dengan desain unik lainnya.

Baru-baru ini, Samsung mendaftarkan paten untuk layar yang dapat digulung, dan dapat diaktifkan dengan memanfaatkan sensor pemindai sidik jari. Paten layar Samsung tersebut berbeda dengan layar serupa karya LG yang menggunakan mesin pemutar berukuran kecil.

Menurut penjabaran pada dokumen patennya, layar karya Samsung ini memanfaatkan magnet yang ditempatkan di sekitar bodi utama pembingkai layar. Paten juga menampilkan dua tipe bodi metal lokasi layar gulung yang memungkinkan layar ditarik dengan bantuan magnet, yaitu silinder dan persegi.

Kedua tipe bodi dibekali dengan sensor pemindai sidik jari yang memungkinkan pengguna mengakses layar gulung dengan sentuhan jari. Sayangnya, dokumen paten tersebut tidak menampilkan cara kerja dan penggunaan di smartphone.

Hingga saat ini, masih belum diketahui pasti tujuan layar gulung ini selain menyimpan dan memproduksi ulang informasi yang diperolehnya. Sebelumnya, narasumber dari Korea Selatan menyebutkan bahwa produksi Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus akan dimulai sebentar lagi.

Dengan begitu, kedua smartphone premium Samsung tersebut bisa dipamerkan dalam Mobile World Congress di Barcelona yang digelar akhir Februari. Begitu perayaan tahun baru selesai, Samsung dilaporkan segera memulai produksi Galaxy S9.

Sementara itu, Samsung menanggapi keluhan terkait permasalahan pada baterai Samsung Galaxy S8+ dan Galaxy Note 8, dengan menyebut membutuhkan lebih banyak informasi untuk untuk dapat melakukan investigasi dan memberikan tanggapan lebih baik.


(MMI)

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta
Review Smartphone

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta

2 days Ago

Advan i6 menawarkan performa cukup baik untuk perangkat di kelas harga terjangkau, yaitu Rp1,5 …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.