Setelah AS, Giliran Inggris Larang Kaspersky

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 03 Dec 2017 11:48 WIB
kaspersky
Setelah AS, Giliran Inggris Larang Kaspersky
Kaspersky Lab merupakan salah satu layanan sistem keamana IT terkemuka di dunia yang memiliki basis kantor di Rusia.

Jakarta: Perusahaan keamanan Kaspersky Lab kena getah atas tuduhan layanan mereka memiliki hubungan dengan badan intelijen negara asalnya yaitu Rusia.

Jika kemarin Amerika Serikat secara jelas sudah menegaskan bahwa setiap lembaga pemerintahan menghapus programs Kaspersky Lab dari sistemnya dalam jangkwa waktu 90 hari. BBC Inggris melaporkan bahwa kini Inggris menganjurkan untuk tidak menggunakan layanan Kaspersky Lab.

Meskipun masih sebatas peringatan, Badan Keamanan Siber Nasional Inggris sudah menganjurkan seluruh lembaga pemerintahan untuk tidak menggunakan produk yang bisa mengancam keamanan nasional.

Mereka khawatir terhadap program dan layanan, tidak hanya Kaspersky Lab yang kemungkinan sudah dibobol oleh pemerintah Rusia dan dipergunakan untuk memata-matai aktivitas warga Inggris di dunia digital.

Layanan perbankan Barclays adalah salah layanan yang selama ini menawarkan pemasangan gratis layanan Kasperksy Lab ke nasabahnya kini dikabarkan sudah tidak lagi melakukan hal itu. Pihak Barclays menyebarkan email ke 290 ribu nasabahnya bahwa mereka tidak lagi menyediakan unduh gratis layanan Kaspersky Lab.

Keluarnya surat peringatan dari pemerintah Inggris disebut masih sebatas penanggulan risiko saja, belum ditemukan bukti jelas bahwa produk dan layanan Kaspersky Lab menjadi mata-mata untuk Rusia. Pemerintah Inggris juga masih menjalin diskusi dengan pihak Kaspersky Lab.

Seperti yang sudah dilaporkan bahwa Founder sekaligus CEO Kaspersky Lab yaitu Eugene Kaspersky sangat kesal atas tuduhan pemerintah Amerika Serikat. Dia dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat dengan sengaja dan terencana membuat nama Kaspersky Lab rusak.

Amerika Serikat diketahui sedang sangat ketat meningkatkan keamanan negaranya di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk di bidang IT. Beberapa waktu lalu perusahaan IT asal Tiongkok juga dilarang berinvestasi di negara itu dengan alasan khawatir perusahaan tersebut bagian dari mata-mata Tiongkok.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.