SpaceX Ingin Luncurkan 4.425 Satelit untuk Berikan Internet 1Gbps

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 18 Nov 2016 14:38 WIB
antariksainternet
SpaceX Ingin Luncurkan 4.425 Satelit untuk Berikan Internet 1Gbps
CEO SpaceX, Elon Musk. (Susana Gonzalez/Bloomberg via Getty Images)

Metrotvnews.com: SpaceX baru saja meminta izin Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk meluncurkan 4.425 satelit dengan tujuan memberikan internet berkepatan tinggi, 1Gbps, di seluruh dunia.  Berdasarkan data Union of Concerned Scientist, jumlah yang diminta oleh SpaceX itu 3 kali lipat dari jumlah satelit yang ada saat ini.

CEO SpaceX, Elon Musk pertama kali membahas tentang proyek ini pada tahun 2015. Ketika itu, dia menyebutkan, proyek ini dapat menelan biaya USD10 miliar (Rp134 triliun). Dia juga berkata, proyek ini akan dioperasikan di kantor SpaceX di Seattle. Salah satu investor pertama dari proyek ini adalah Google, yang memberikan kontribusi sebesar USD1 miliar (Rp13,4 triliun). 

Engadget melaporkan, satelit yang hendak diluncurkan SpaceX akan memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari CubeSats. Setiap satelit itu memiliki berat 850 pon atau 385 kg. Ia didesain untuk bertahan selama sekitar 5 - 7 tahun. Satelit-satelit ini akan mengitari Bumi dengan jarak 714 - 823 mil dari permukaan bumi, lebih tinggi dari ketinggian stasiun luar angkasa, yang biasanya mempertahankan ketinggian pada 268 mil.

Menurut pengajuan pada FCC, proyek ini akan terdiri dari 2 fase. Pertama, SpaceX akan meluncurkan 800 satelit yang dapat menyediakan internet untuk Amerika Serikat dan lokasi-lokasi lain. Proses peluncuran 4.425 satelit dapat memakan waktu sekitar 5 tahun. Setelah semua satelit itu diluncurkan, maka ia akan dapat memberikan internet dengan kecepatan 1 Gbps secara global.

Pengajuan SpaceX pada FCC ini juga menunjukkan bahwa Musk menguasai 54 persen saham SpaceX, jauh lebih besar dari saham yang dia miliki di Tesla, yang hanya mencapai 22 persen.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.