Ilmuwan IBM Ciptakan Transistor Chip dari Carbon Nanotube

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 15 Nov 2016 12:03 WIB
sains
Ilmuwan IBM Ciptakan Transistor Chip dari Carbon Nanotube
Carbon nanotube sangat sulit dibentuk

Metrotvnews.com: Peneliti dari IBM berhasil membuat sebuah struktur chip menggunakan material baru bernama carbon nanotube.

Berbeda dengan silikon, carbon nanotube merupakan material yang jauh lebih kecil, namun bisa bekerja lebih baik dari silikon. Tidak heran jika carbon nanotube sering dikatakan sebagai material prosesor untuk masa depan.

Meski sangat menjanjikan, carbon nanotube memiliki permasalahan utama yang sangat sulit dipecahkan. Material ini sangat sulit untuk dibuat karena ukurannya sangat kecil. Selain itu, carbon nanotube tidak bisa dibentuk begitu saja seperti membentuk transistor untuk prosesor dari silikon.

"Carbon nanotube sangat sulit dibentuk. Analoginya seperti membangun sebuah patung yang terdiri dari blok-blok material yang tidak bisa dibentuk ulang," ujar George Tulevski, salah satu peneliti di IBM.



"Kondisi tersebut membuat Anda tidak bisa membuat sesuatu yang Anda inginkan dari carbon nanotube."

Untuk memecahkan permasalahan tersebut, Tulevski menggunakan pendekatan yang berbeda. Ia dan timnya tidak lagi melakukan pendekatan tradisional dengan cara merakit material tersebut satu per-satu, namun melalui cara khusus yang memungkinkan carbon nanotube untuk membentuk strukturnya sendiri dari pola yang telah ditentukan.

Tulevski menggunakan berbagai bahan kimia khusus agar carbon nanotube bisa membentuk pola tersebut. Meski demikian, ia mengatakan carbon nanotube masih jauh untuk bisa dibuat menjadi sebuah chip atau prosesor. Hal tersebut dikarenakan carbon nanotube masih belum teruji kualitas dan posisinya secara komersil.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 days Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.