Studi: Privasi Data Ibarat Kotak Hitam Manusia

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 21 Nov 2018 11:28 WIB
cyber securitykaspersky
Studi: Privasi Data Ibarat Kotak Hitam Manusia
Ilustrasi

Jakarta: Studi baru dengan perusahaan kelas menengah dan konsumen sebagai respondennya mengungkapkan bahwa banyak yang kebingungan dan kurang percaya ketika menyangkut privasi serta keamanan terhadap data dan perilaku online.

Penelitian yang meliputi enam negara di Eropa dan Amerika Utara menemukan bahwa orang-orang khawatir peretas, pemerintah baik negaranya sendiri maupun asing, perusahaan bahkan teman dan keluarga mungkin ingin mengakses data online, lalu bagaimana menghentikan mereka.

Studi yang dilakukan Kaspersky Lab dengan analisis data Applied Marketing Research mensurvei 600 perusahaan menengah dengan professional keamanan TI, serta 6.000 konsumen yang memiliki perangkat lunak keamanan dipasang di perangkat mereka, dibagi rata di seluruh Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.

Peringkat pertama sebagai pihak yang paling tidak diinginkan kehadirannya adalah pelaku kejahatan siber dengan 45 persen oleh repsonden perusahaan dan 47 persen oleh responden konsumen. Mereka khawatir bagaimana melindungi data online mereka dari serangan jahat.

Peringkat ini diikuti dengan keinginan untuk melindunginya dari pemerintah mereka sendiri (masing-masing 36 persen dan 33 persen), serta pemerintahan dan perusahaan asing (30 persen dan 26 persen).

Sebanyak satu dari tiga atau 29 persen responden pelaku bisnis memiliki kekhawatiran para pegawainya dapat mengakses data online mereka, sementara seperempat atau sekitar 26 persen dari konsumen khawatir dengan anggota keluarga yang dapat memantau jejak online mereka.

Kekhawatiran ini juga meluas ke ranah keamanan siber, di mana banyak hal simpang siur mengenai informasi sejauh mana penyedia solusi keamanan dapat mengakses data pelanggan.

Banyak responden khawatir bahwa penyedia keamanan mereka dapat mengumpulkan data online, opini, lokasi atau kegiatan browsing mereka dan membagikannya secara tidak bertanggung jawab kepada entintas asing.

Namun, sebagian besar (87 persen bisnis dan 82 persen konsumen) mempercayai penyedia keamanannya dalam pengumpulan dan penggunaan data mereka.

Hasil ini menunjukkan bahwa lanskap keamanan siber baik bisnis maupun konsumen sekarang menghadapi situasi yang penuh ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan yang akhirnya membuat banyak orang sulit untuk mempercayai siapa pun di Internet.

“Mereka memberikan bukti lebih lanjut bahwa teknologi dan perangkat lunak adalah blackbox bagi banyak perusahaan. Mereka tidak tahu cara kerjanya, apa yang ada di dalam, data apa yang dikumpulkan atau bagaimana data tersebut disimpan. Akibatnya, mereka tidak mempercayai vendor manapun," kata Anton Shingarev, VP of public affairs di Kaspersky Lab.

Privasi tampaknya dianggap sebagai hak fundamental untuk semua orang. 46 persen bisnis dan 51 persen konsumen percaya bahwa penyedia keamanan seharusnya tidak secara otomatis membagi data pribadi pengguna kepada pemerintah demi kepentingan keamanan nasional. Hal itu harus dikondisikan sesuai dengan keadaan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.