Google Batasi Akses Karyawan ke Proyek Dragonfly

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 01 Dec 2018 09:13 WIB
google
Google Batasi Akses Karyawan ke Proyek Dragonfly
Banyak karyawan Google yang protes akan Proyek Dragonfly. (AFP PHOTO / LIU JIN)

Jakarta: Eksekutif Google yang bertanggung jawab atas aplikasi pencarian tersensor di Tiongkok begitu khawatir akan perlawanan dari karyawan sehingga mereka tidak menggunakan prosedur standar perusahaan.

Mereka secara sengaja mengisolasi tim-tim yang bekerja dalam proyek ini sehingga mereka tidak bisa saling berkomunikasi, menurut laporan The Intercept terkait Project Dragonfly dari Google.

Laporan itu menjelaskan langkah yang Gogole ambil untuk memastikan kerahasiaan dari proyek tersebut. Dan langkah yang Google ambil tidak hanya untuk memastikan produk barunya tidak bocor ke internet.

"Mereka (para pemimpin) berkeras untuk memastikan informasi tentang Dragonfly tidak menyebar ke dalam perusahaan," kata salah seorang narasumber anonim yang tahu tentang proyek ini.

"Ketakutan mereka adalah masalah internal akan menghambat operasi kami."

Para eksekutif berkomunikasi secara verbal dan tidak mengambil catatan selama pertemuan dengan tujuan untuk mengurangi bukti.

Scott Beaumont, eksekutif Google yang memimpin proyek Dragonfly, berusaha  membatasi pemeriksaan terkait keamanan dan privasi dari proyek ini. Dia bahkan melarang beberapa karyawan untuk ikut serta dalam pertemuan terkait proyek tersebut.

Sejak rencana Google untuk masuk kembali ke Tiongkok menjadi rahasia umum, grup HAM seperti Amnesty International telah menunjukkan ketidaksetujuannya atas rencana Google ini. Masalah internal Google semakin memanas.

Pada hari Selasa, sejumlah karyawan Google menandatangani petisi, menuntut perusahaan untuk menghentikan rencana mereka untuk membuat mesin pencarian untuk Tiongkok.

"Kami berhak tahu apa yang kami bangun dan kami memiliki hak untuk memberi keputusan dalam hal penting ini," tulis petisi itu.

Bahkan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence meminta Google untuk menghentikan proyek Dragonfly. Dia merasa, proyek ini akan "memperkuat penyensoran oleh Partai Komunis".


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 week Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.