LG Ganti Samsung Tuntut Qualcomm

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 27 Dec 2018 08:26 WIB
lg
LG Ganti Samsung Tuntut Qualcomm
LG, menggantikan Samsung, bergabung pada tuntutan hukum yang dilayangkan KFTC kepada Qualcomm.

Jakarta: Qualcomm menyita perhatian setelah terlibat dalam pelarangan penjualan iPhone model lama di Tiongkok, dan berpotensi terlibat pada insiden serupa di Jerman. Qualcomm juga menjadi terdakwa sejumlah tuntutan oleh Apple dan pemerintah Amerika Serikat.

Selain itu, proses pengadilan FTC melawan Qualcomm akan dimulai pada tanggal 4 Januari, dipimpin oleh Hakim Lucy Koh. Di Korea Selatan, Qualcomm juga akan menghadapi proses pengadilan.

Dua tahun lalu, Korean Fair Trade Commission (KFTC) menghukum Qualcomm dengan denda sebesar USD915 juta (Rp13,3 miliar) karena melakukan penyalahgunaan paten. Qualcomm menolak menerima hukuman ini, mengakibatkannya kembali menerima tuntutan hukum.

Business Korea melaporkan sejumlah perusahaan teknologi besar bergabung dengan tuntutan tersebut, termasuk Apple, Samsung, Intel, MediaTek dan Huawei.

Namun, setelah Samsung dan Qualcomm sepakat untuk bertukar lisensi pada paten milik satu sama lain pada awal tahun ini, Samsung memutuskan untuk tidak melanjutkan tuntutannya.

Keputusan Samsung tersebut berpeluang menyebabkan KFTC menghentikan tuntutannya. Karenanya perusahaan besar lain yang berkantor pusat di Korea Selatan memutuskan untuk bergabung dengan penuntut lain.

LG, yang saat ini tengah mengalami permasalahan terkait negosiasi dengan Qualcomm, memutuskan untuk menggantikan Samsung. Namun, motivasi LG bergabung pada tuntutan hukum ini masih belum dapat diketahui secara pasti.

Kehadirannya sebagai pelanggan utama Qualcomm yang berbasis di Korea Selatan membantu mempertahankan peluang KFTC untuk melanjutkan kasus tersebut. Proses pengadilan tersebut diperkirakan tidak akan berjalan dengan mulus.

Selama lebih dari 14 bulan terakhir, Qualcomm dan KFTC telah menjalani sejumlah pertemuan terkait dengan dengar pendapat dan interograsi sebanyak 11 kali. Keputusan terkait tuntutan ini diprediksi tidak akan diumumkan pada beberapa tahun mendatang.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.